PANDEGLANG – Banten | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh *Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kadubera, Picung* disorot PPWI DPC Kabupaten Pandeglang. Berdasarkan temuan di lapangan, porsi makan yang diterima siswa diduga tidak sesuai dengan standar yang dirilis pemerintah.
SPPG tersebut beralamat di Kp. Cangkeuteukeun RT 024 RW 005, Desa Kadubera, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang dengan No ID SPPG: VBVJQY52.
Dalam dokumentasi yang diterima PPWI, Senin (27/7/2026), menu MBG disajikan dalam nampan stainless 5 sekat. Isinya: nasi putih dengan volume sedikit, 1 potong tempe goreng, 4 potong nugget, sayur wortel-jagung, dan 1 buah pisang.
“Kami menemukan porsi nasi dan lauk protein sangat minim. Padahal sesuai rilis Badan Gizi Nasional, 1 porsi harus memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Ini jelas tidak sebanding,” ujar Tim PPWI DPC Pandeglang.
Temuan PPWI di Lapangan SPPG Kadubera
1. Karbohidrat: Porsi nasi hanya sekitar 3-4 sendok makan
2. Protein Hewani/Nabati: Hanya 1 potong tempe kecil + beberapa potong nugget
3. Sayuran: Porsi sayur wortel dan jagung sangat terbatas
4. Buah: 1 buah pisang dengan kondisi mulai ada bintik hitam
Tuntutan PPWI Pandeglang
1. Badan Gizi Nasional dan Dinas terkait segera melakukan sidak ke SPPG Kadubera, Picung
2. Transparansi anggaran per porsi dan mekanisme penyaluran dari SPPG ke sekolah
3. Evaluasi menyeluruh terhadap pengelola SPPG agar tidak ada pengurangan porsi
4. Melibatkan pengawasan publik termasuk media dan ormas dalam mengawal MBG
“Program MBG ini program baik dari pemerintah. Jangan sampai dicederai di tingkat pelaksana. Kami minta segera ada evaluasi dan perbaikan agar anak-anak Pandeglang benar-benar dapat gizi yang layak_,” tegasnya.
PPWI Pandeglang akan terus memantau penyaluran MBG di seluruh wilayah Pandeglang dan siap bersinergi dengan pemerintah.
(Hasan/Kacong)