Laut diduga jadikan pelampiasan limbah cair dapur MBG - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Selasa, 21 Juli 2026

Laut diduga jadikan pelampiasan limbah cair dapur MBG

Laut diduga jadikan pelampiasan 
limbah cair dapur MBG 
Pandeglang Banten | Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Cigondang Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, diduga memaknai Laut sebagai pelampiasan akhir untuk tempat pembuangan limbah berbentuk cair . Hal itu dilakukan semenjak Dapur tersebut mulai beroperasi hingga berita ini dirilis. Demikian dari informasi yang sempat masuk ke meja redaksi suararakyat 21.com, atas hal itu selain sangat disesali oleh sang informen. Pihaknya berharap agar dapur MBG itu sesegera mungkin menghentikan kegiatan yang dianggap tidak dibenarkan oleh siapapun dan aturan manapun.

" Limbah cair yang dihasilkan dari bekas pembersihan dan pencucian bahan - bahan dapur berikut bahan lain yang harus disterilkan terlebih dahulu seperti ompreng bekas Makanan, Sayur mayur, buah - buahan, lauk pauk, dan benda lain, mengalir dari Dapur kemudian transit di Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal), dari situ setelah dirasa penuh dan khawatir membludak dialirkan langsung melalui pipa atau paralon ke Laut oleh pekerja yang ditugaskan. " Demikian penuturan narasumber sebut saja namanya Sakti ( Bukan nama sebenarnya.Red)

Beda dengan limbah organik dan non organik. Jenis limbah itu sudah ditangani langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup melalui petugas yang mengantongi surat perjanjian antar kedua belah pihak. Adapun menurut Sakti, limbah berbentuk cair itu langsung dialirkan ke Laut yang berjarak beberapa meter saja dari Dapur. Menurutnya selain dirinya sebagai Warga pribumi juga berharap tindakan seperti itu dihentikan, sebab Laut bukanlah media pelampiasan atau bukan sebuah alternatif yang baik. Untuk menerima limbah.

Dikatakan Sakti ." Limbah cair itu sesungguhnya dapat memicu keruksakan ekosistem secara masif, berkurangnya kualitas air secara drastis, kemudian zat yang terkandung didalamnya sudah barang tentu berakibat fatal pada kesehatan Manusia. " 

" Bukankah Laut adalah sebagai ladang penghasilan untuk warga Kami yang mayoritas Nelayan, bukankah ada kalimat bahwa Lautku bersih ekosistem terjaga dan kehidupan berkelanjutan." Lanjut Sakti.

Demi mengedepankan etika pers, sekaligus menggali bentuk kepastian atas informasi tersebut. Wartawan mempertanyakan hal itu pada petinggi dapur MBG Sigit (21/7/26) soal betul atau tidaknya bahwa laut yang masuk pada teritorial pemerintahan Desa Cigondang dijadikan alternatif terakhir untuk pembuangan limbah berbentuk cair. Hingga berita ini dirilis Sigit belum memberikan jawaban.

(Dhie)