KKN Kelompok 13 UNMA Banten Temukan Potensi Pisang dan Seni Pahat Kayu di Desa Curugciung - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Senin, 27 Juli 2026

KKN Kelompok 13 UNMA Banten Temukan Potensi Pisang dan Seni Pahat Kayu di Desa Curugciung

KKN Kelompok 13 UNMA Banten Temukan Potensi Pisang dan Seni Pahat Kayu di Desa Curugciung

 
PANDEGLANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten mengidentifikasi dua potensi unggulan yang belum tergarap maksimal di Desa Curugciung, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, yaitu hasil pertanian pisang dan kerajinan seni pahat kayu.
 
Penemuan ini didapatkan melalui kegiatan observasi awal guna memetakan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sebelum menyusun serta melaksanakan program kerja di desa tersebut. Hasilnya menunjukkan sebagian besar warga Curugciung menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
 
Sigit, Ketua KKN Kelompok 13 UNMA Banten, menjelaskan bahwa awalnya tim berencana melakukan pendataan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun hasil pantauan menunjukkan belum banyak usaha warga yang dikelola secara terstruktur sebagai UMKM.
 
"Kami menemukan pisang menjadi salah satu komoditas yang cukup banyak dihasilkan warga. Namun selama ini hasil panen umumnya langsung dijual kepada tengkulak dalam kondisi mentah, sehingga belum memberikan nilai tambah yang maksimal," ujar Sigit.
 
Berdasarkan temuan tersebut, kelompok KKN berencana menyesuaikan program kerja dengan kebutuhan warga, salah satunya memberikan pelatihan pengolahan pisang menjadi produk olahan yang bernilai jual lebih tinggi.
 
Selain sektor pertanian, tim juga menjumpai kerajinan seni pahat kayu buatan tangan warga setempat. Menurut Sigit, hasil karya tersebut memiliki kualitas sangat baik dan nilai seni yang tinggi, berpotensi dikembangkan sebagai produk dekorasi maupun hiasan rumah. Sayangnya, kerajinan tersebut belum banyak dikenal secara luas akibat keterbatasan promosi dan akses pemasaran.
 
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut masuk dalam program unggulan kelompok bertajuk “UMKM Go Digital: Pemberdayaan UMKM melalui Penguatan Branding, Legalitas, dan Pemasaran Digital.” Program ini diarahkan untuk merintis serta mengembangkan potensi yang ada menjadi kegiatan usaha yang lebih produktif dan teratur.
 
Apabila produk olahan pisang telah terbentuk, mahasiswa juga merencanakan pendampingan pembuatan merek, kemasan menarik, pengurusan legalitas, sertifikasi halal, hingga pemasaran digital. Langkah ini sejalan dengan tema besar KKN UNMA Banten, yaitu “Smart Village Berbasis Halal.”
 
Melalui upaya tersebut, KKN Kelompok 13 UNMA Banten berharap hasil pertanian dan kerajinan lokal tidak hanya dijual secara terbatas, melainkan tumbuh menjadi produk unggulan yang mampu mengangkat taraf ekonomi masyarakat Desa Curugciung.