PANDEGLANG -BANTEN | Warga beberapa desa di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, mengeluhkan seringnya pemadaman listrik sejak dibukanya pasar malam di Alun-alun Kecamatan Cikeusik. Gangguan ini disebut mengganggu aktivitas warga, terutama yang sedang menggelar acara tahlilan dan hajatan.
Adi SY, Koordinator Aliansi Peduli Banten Selatan [APB], mengatakan pemadaman paling sering terjadi pada malam hari. Kondisi ini mulai terasa sejak pasar malam beroperasi di alun-alun kecamatan.
"Saya sangat menyayangkan. Akhir-akhir ini semenjak ada pasar malam di alun-alun kecamatan, sering sekali mati lampu terutama malam hari," ujar Adi saat dihubungi, Kamis 21 September 2026.
Adi mengaku sudah menanyakan hal ini kepada petugas PLN di Kecamatan Cikeusik. Menurutnya, petugas hanya menjawab bahwa sedang ada gangguan. Padahal, sebelum ada pasar malam, pemadaman sangat jarang terjadi.
"Kalau pun mati, biasanya karena ada kerusakan. Contohnya kabel tertimpa pohon tumbang," jelasnya.
Saat ditanya mengenai pasokan listrik untuk penerangan pasar malam, Adi menyebut petugas PLN Cikeusik mengaku tidak tahu. "Katanya itu urusan petugas PLN Malingping," kata dia.
Hingga berita ini diturunkan, awak media belum berhasil menghubungi petugas PLN ULP Malingping untuk dimintai konfirmasi. Pantauan di lapangan juga menunjukkan pemadaman memang kerap terjadi di malam hari.
Warga berharap pihak terkait segera menelusuri penyebab gangguan dan mencari solusi agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.
(Tim/RED)