Pandeglang Genap Berusia 152 Tahun: Mengukir Sejarah dari Legenda Cinta hingga Identitas Petarung
PANDEGLANG – Kabupaten Pandeglang, Banten, pada tanggal 1 April 2026 genap berusia 152 tahun. Usia yang bukan waktu yang singkat bagi sebuah daerah untuk terus bergerak, berubah, dan memantapkan identitasnya seiring berjalannya waktu.
Di bawah kepemimpinan Bupati Pandeglang, Hj. Rd. Dewi Setiani, S.Sos., M.A., Pandeglang mengusung moto "Pejuang Tangguh Religius dan Unggul" atau disingkat PETARUNG. Filosofi ini tidak lepas dari akar sejarah dan legenda yang membentuk nama dan karakter daerah tersebut.
Sejarah menyebutkan bahwa nama Pandeglang berkaitan erat dengan kisah asmara legendaris Asmara Dilara (Dilara dalam bahasa Turki berarti kekasih setia). Kisah ini diangkat dari balada Pangeran Sae Bagus Lana yang berjuang demi cintanya bersama Putri Arum.
Berbeda dengan legenda cinta Qais dan Laila, Romeo dan Juliet, maupun Sayekti dan Hanafi, kisah Pangeran Sae Bagus Lana diwarnai konflik mendalam akibat kehadiran pihak ketiga, Pangeran Cunihin, yang menggunakan cara-cara licik. Demi kebenaran dan menjaga marwah, Pangeran Sae Bagus Lana rela menyamar menjadi sosok tua yang ahli membuat gelang atau disebut "Ahli Pande".
Profesi sebagai pembuat gelang menjadi cara ia melepaskan rasa sakit akibat tipu daya tersebut hingga akhirnya Putri Arum kembali menemuinya. Dari kisah cinta dan perjuangan itulah, konon nama Pandeglang lahir dan menjadi identitas wilayah tersebut.
Selain versi sejarah dan legenda, terdapat pula pandangan dari sisi geologi. Nama Pandeglang juga dikaitkan dengan istilah Paneglaan atau dataran tinggi. Wilayah yang letaknya cukup tinggi dari permukaan air laut ini konon pernah dijadikan tempat penyimpanan arsip-arsip penting oleh Wedana Caringin Banten pada masa lampau, terutama saat terjadi letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883.
Dalam momentum peringatan hari jadi ini, Bupati Dewi Setiani memberikan doa dan harapan terbaik bagi daerahnya.
"Selamat Ulang Tahun Kabupaten Pandeglang semuanya. Semoga Pandeglang menjadi Baldatun Toyibatun warrobun Ghofur (negeri yang baik dan tempat memohon ampunan)," ujar Bupati Dewi Setiani dalam sambutannya pada acara Istighosah yang digelar baru-baru ini.
(Dhie)