Candipuro, Lampung Selatan |
Pasca mencuatnya kasus dugaan investasi bodong yang melibatkan perusahaan Senai Jaya Ratu, sejumlah aparatur Desa Bumi Jaya, Kecamatan Candipuro, termasuk kepala desa, diduga menghilang dan sulit dihubungi.
Menurut keterangan beberapa warga, Kepala Desa Bumi Jaya bersama beberapa perangkat desa seperti Gusul dan Tino sudah tidak terlihat menjalankan aktivitas pemerintahan selama beberapa hari terakhir. Bahkan, nomor WhatsApp kepala desa dilaporkan tidak dapat dihubungi, sehingga menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.14 Januari 2026
Sudah beberapa hari ini kades tidak kelihatan, dihubungi juga tidak ada bahkan Kantor desa terlihat sepi, urusan warga jadi terbengkalai,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini semakin memicu keresahan masyarakat, terlebih setelah ribuan warga mengaku menjadi korban dugaan penipuan investasi oleh perusahaan Senai Jaya Ratu yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan oknum perangkat desa setempat.
Sejumlah tokoh masyarakat Desa Bumi Jaya mempertanyakan sikap aparatur pemerintahan di atasnya. Mereka mendesak Camat Candipuro agar segera turun tangan dan mengambil langkah tegas, guna memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan serta memberikan kejelasan kepada masyarakat.
Jangan sampai masyarakat dibiarkan bingung. Pemerintahan desa ini menyangkut pelayanan publik, tidak bisa dibiarkan kosong begitu saja,” tegas salah satu tokoh masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Bumi Jaya maupun Camat Candipuro belum memberikan keterangan resmi, sementara warga berharap adanya tindakan cepat dan transparan dari pemerintah kecamatan maupun instansi terkait.
(JEFRI)