Lebak-Banten | Kepala SDN 1 Jagabaya kecamatan Warungunung Kabupaten Lebak Banten. diduga menyembunyikan atau tidak transparan dalam penggunaan anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),
Papan informasi Dana Bos seharusnya dipasang diluar ruangan dan mudah dilihat agar bisa diketahui masyarakat terutama orangtua siswa Namun realitanya terpasang didalam ruangan kepala sekolah.
Ketua LSM SAMUDRA BANTEN MPD Lebak ADE IRWAN mempertanyakan akuntabilitas pengelolaan Dana BOS SDN 1 Jagabaya karena dinilai tidak transparan dan terkesan tertutup . " Kok papan informasi dipasang diruang kepala sekolah, lantas itu laporan yg ada cuma tahap 1, kalau tidak transparan tentu akuntabilitas dipertanyakan"Kata Ade.
Lebih lanjut Ade mengungkapkan kekecewaannya karena Kepala SDN 1 Jagabaya enggan diminta klarifikasi terkait Dana BOS 2025 untuk komponen Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah tahap 1 dan 2 yang disampaikan melalui surat. " Melihat sikap Kepala sekolah yang tertutup Kami jadi curiga kalau dana BOS diduga tidak digunakan sebagaimana mestinya" ungkap Ade.
sesuai data yang dikutip laman Jaga.id milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK ), Realisasi pengunaan anggaran Dana BOS tahun 2025 SDN 1 Jagabaya untuk komponen Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Tahap 1 Sebesar Rp 8.344.280,dan tahap 2 Rp 48.291.600, Namun realisasi fisiknya dilapangan diduga adanya ketidaksesuaian
Lebih lanjut LSM SAMUDRA akan menyampaikan teguran atas kinerja Pengawas sekolah dan menindaklanjuti kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, " ini pengawas sekolah kerjanya apa , sekolah yang tidak transparan seperti SDN 1 Jagabaya dibiarkan saja, apa ada kongkalikong kepsek dengan pengawas " kata Ade
kepada Suararakyat.Com, Selasa ( 13/01/2026) Kepala SDN 1 Jagabaya Muawanah menyanggah kecurigaan LSM SAMUDRA atas pengelolaan dana BOS yang tidak akuntabel, "Kita sudah diperiksa oleh BPK, dan soal papan informasi yang disimpan diruang saya itu hanya semata agar tidak dicoret coret , nanti kita simpan diluar pak" ungkapnya.
( BadrI/Hin)