TANPA NASI & TANPA PROTEIN HEWANI, MENU MAKAN BERGIZI GRATIS DI SDN PARUMASAN 1 DIDUGA TAK SESUAI STANDAR BGN - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Senin, 21 September 2026

TANPA NASI & TANPA PROTEIN HEWANI, MENU MAKAN BERGIZI GRATIS DI SDN PARUMASAN 1 DIDUGA TAK SESUAI STANDAR BGN

TANPA NASI & TANPA PROTEIN HEWANI, MENU MAKAN BERGIZI GRATIS DI SDN PARUMASAN 1 DIDUGA TAK SESUAI STANDAR BGN


‎PANDEGLANG — suararakyat21.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Parumasan 1, Desa Parumasan, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuai kekecewaan mendalam. Hasil pantauan langsung pada Selasa, 23 September 2026, menunjukkan porsi makanan yang diduga jauh dari standar Badan Gizi Nasional (BGN).
‎Penyaluran makanan dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Charity Banten, Curug. Dari 5 wadah besar untuk 248 siswa, isi porsi per anak terungkap sangat minim dan tidak memenuhi syarat gizi. Kentang goreng,1 potong tempe balado,1 potong martabak/lumpia,Sedikit jagung pipil dan 5 butir buah kelengkeng
‎TIDAK ADA nasi sebagai karbohidrat pokok TIDAK ADA protein hewani (ayam, telur, daging, ikan)
‎TIDAK ADA sayur hijau
‎Padahal, sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) BGN, standar porsi MBG wajib mencakup nasi, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah segar dengan kecukupan kalori yang ditetapkan untuk anak usia sekolah dasar.
‎Seorang wali murid mengaku kecewa karena anaknya pulang dalam keadaan masih lapar.
‎"Anak saya bilang makannya cuma kentang sama jagung sedikit, kenyang apa begitu? Katanya makanan bergizi gratis, tapi tidak ada nasinya. Tolong diperhatikan, kasihan anak-anak," keluh wali murid kepada wartawan.
‎Berdasarkan dokumen serah terima di lokasi:
‎Sekolah: SDN Parumasan 1, Desa Parumasan, Kecamatan Cipeucang
‎Jumlah porsi: 248
‎Penyedia: SPPG Charity Banten
‎Penyerah: Afik Mulhambeladan & Faisal (HP: 083812501884)
‎Mengetahui: Sharman Ndruru, S.M.
‎ 
‎Wakil Ketua DPC PPWI Pandeglang, Hasan Subandi, menilai kejadian ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap program Presiden Prabowo Subianto.
‎"Ini sudah keterlaluan! SDN Parumasan 1 dapat menu tanpa nasi. Anggaran Rp15.000 per porsi dari APBN dikemanakan? Kalau porsi seperti ini, nilainya paling Rp7.000, sisanya kemana?" tegas Hasan.
‎Hasan mendesak Badan Gizi Nasional dan Satuan Tugas MBG Pandeglang segera turun tangan.
‎"Kami minta SPPG Charity Banten diaudit. Timbang porsinya, cek RAB-nya. Kalau terbukti tidak sesuai standar, cabut izinnya! Jangan korbankan gizi anak-anak Desa Parumasan demi keuntungan pribadi," tuntutnya.
‎PPWI juga meminta Kodim 0601 Pandeglang selaku mitra pengawasan MBG serta Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang segera melakukan pemeriksaan mendadak ke penyedia makanan tersebut.
‎"Kami sudah kantongi foto wadah makanan dan dokumen serah terima lengkap. Ini bukti kuat dugaan pelanggaran standar MBG," pungkas Hasan Subandi.
‎Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Charity Banten belum memberikan klarifikasi terkait keluhan tersebut. (Red)