NUSA TENGGARA TIMUR | 10 September 2026 — Di tengah kondisi penyintas gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari di pengungsian, relawan Rumah Yatim terus bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung.
Pada Senin dan Selasa (7–8 September 2026), aksi kemanusiaan Rumah Yatim menyasar dua wilayah, yakni Waekokak dan kawasan pesisir pantai Nangadhero. Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian para donatur kepada masyarakat yang masih menghadapi situasi sulit pascabencana.
Di Waekokak, relawan menyalurkan 15 paket sembako dan 20 paket makanan ringan untuk anak-anak. Sehari kemudian, bantuan kembali diberikan di Nangadhero berupa 30 paket sembako dan 35 paket makanan ringan.
Bagi relawan yang berada langsung di tengah masyarakat, bantuan tersebut bukan sekadar paket sembako. Ada amanah, kepedulian, dan harapan yang dititipkan para donatur untuk masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Habib, relawan Rumah Yatim yang terjun langsung dalam penyaluran, mengatakan bahwa kehadiran relawan di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab untuk memastikan bantuan dari para donatur benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami datang membawa amanah dari para donatur. Jadi bagi kami, bantuan ini harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami tidak ingin kepedulian para donatur hanya berhenti sebagai niat, tetapi harus diwujudkan menjadi bantuan nyata yang bisa dirasakan langsung oleh para penyintas,” ujar Habib.
Menurutnya, kondisi warga yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian menjadi alasan kuat bagi Rumah Yatim untuk terus hadir dan memberikan dukungan.
“Sebagian besar penyintas masih bertahan di tenda-tenda darurat yang tidak jauh dari pemukiman mereka. Kondisi seperti ini tentu tidak mudah. Kebutuhan pangan sehari-hari tetap harus dipenuhi, sementara mereka masih dalam proses memulihkan kehidupan setelah bencana,” katanya.
Habib menilai, dukungan terhadap penyintas tidak selalu harus berupa bantuan dalam jumlah besar. Menurutnya, kepedulian sekecil apa pun tetap memiliki arti ketika diberikan pada saat yang tepat.
“Mungkin bagi kita satu paket sembako terlihat sederhana, tetapi bagi keluarga yang sedang berada dalam kondisi sulit, bantuan itu sangat berarti. Begitu juga makanan ringan untuk anak-anak. Senyum mereka ketika menerima bantuan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai relawan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa relawan tidak hanya datang untuk menyerahkan bantuan, tetapi berusaha menghadirkan rasa bahwa para penyintas tidak menghadapi musibah seorang diri.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian. Ada para donatur yang peduli, ada relawan yang datang, dan ada masyarakat luas yang ikut mendoakan. Kehadiran kami mudah-mudahan bisa memberikan sedikit kekuatan dan semangat bagi mereka,” tutur Habib.
Bagi Habib, tugas relawan bukan sekadar mengantarkan bantuan dari satu tempat ke tempat lain. Lebih dari itu, relawan harus mampu melihat kebutuhan masyarakat secara langsung dan hadir dengan ketulusan.
“Ketika kita melihat langsung kondisi masyarakat, kita semakin memahami bahwa kepedulian itu harus diwujudkan dalam tindakan. Jangan hanya berbicara tentang kemanusiaan, tetapi mari bersama-sama melakukan sesuatu yang bisa meringankan beban saudara kita,” tegasnya.
Habib berharap masyarakat terdampak gempa diberikan kekuatan dan kesabaran hingga kondisi kembali pulih.
“Kami berdoa semoga masyarakat di sini diberikan ketabahan, kesehatan dan kekuatan. Mudah-mudahan kondisi segera pulih, kebutuhan masyarakat semakin terpenuhi, dan mereka bisa kembali menjalani kehidupan secara normal,” ujarnya.
Rumah Yatim juga mengajak masyarakat luas untuk ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan bagi para penyintas bencana. Menurut Habib, kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan agar bantuan dapat terus menjangkau warga yang masih membutuhkan.
“Kami membuka pintu bagi siapa saja yang ingin ikut membantu. Tidak harus menunggu memiliki banyak harta. Apa yang kita miliki dan bisa kita sedekahkan, jika diberikan dengan ikhlas, insyaallah akan sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan,” pungkas Habib.
(Tim/Red)