Pandeglang-Banten | aktipitas jurnalisme,kembali memakan korban fisik setelah seharian "brasat sana brasat sini" mencari informasi demi menyuarakan kepentingan masyarakat
Fenomena ini terjadi saat peliputan di lapangan terkait berbagai persoalan warga mulai dari limbah SPPG,sekolah rusak,hingga bantuan sosial,dari kantor desa ke kecamatan,dari kecamatan ke kabupaten dari panas terik sampai ke hujanan
Kerja wartawan itu bukan cuma ngetik di AC,tapi keringat,kehujanan,nanya sana sini,kadang di tolak,kadang di usir,tapi tetap jalan demi kebenaran dan hak publik untuk tahu " ujar Hasan Subandi wakil ketua DPC PPWI Pandeglang Selasa 8-8-2026
Modal dengkul cari info pakai motor butut,bensin patungan,
Tidak mengenal waktu bisa dari pagi sampai larut malam demi 1 data
Resiko tinggi di teror,diintimidasi tapi harus netral dan berimbang
Upah pas Pasan kadang cuma "terimakasih"dari Nara sumber
Ini bukan mengeluh tapi kenyataan,karena kami lakukan ini panggilan,kami juga manusia butuh dukungan dari pemerintah,instusi,dan masyarakat agar kerja jurnalisme warga terus hidup tambah Hasan wakil DPC PPWI Pandeglang
DPC PPWI Pandeglang mengapresiasi setingi tinginya kepada insan pers dan pewarta warga yang masih setia "brasat sana brasat sini" demi Pandeglang yang baik
(Tim)