PASien LANSIA ISMED 71 TAHUN 24 JAM TERLANTAR DI UGD RS LABUAN, KELUARGA KELUHKAN KETERBATASAN KAMAR RAWAT INAP - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Selasa, 08 September 2026

PASien LANSIA ISMED 71 TAHUN 24 JAM TERLANTAR DI UGD RS LABUAN, KELUARGA KELUHKAN KETERBATASAN KAMAR RAWAT INAP

PASien LANSIA ISMED 71 TAHUN 24 JAM TERLANTAR DI UGD RS LABUAN, KELUARGA KELUHKAN KETERBATASAN KAMAR RAWAT INAP.
PANDEGLANG, BANTEN | 8 September 2026 – Pelayanan kesehatan di RS Labuan kembali menjadi sorotan. Keluarga pasien Bapak ISMED, 71 tahun mengeluhkan sudah 24 jam lebih pasien masih ditahan di Instalasi Gawat Darurat / UGD tanpa ada kejelasan pemindahan ke ruang rawat inap.

Bapak Ismed warga Kp. Solodengen, Desa Panimbangjaya, Kec. Panimbang ini terlihat duduk di atas brankar oranye dengan infus terpasang di area UGD. Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat usia pasien yang sudah lansia dan membutuhkan perawatan intensif serta istirahat yang layak.

KRONOLOGI KELUHAN KELUARGA:
1. Bapak Ismed masuk UGD RS Labuan dan langsung dipasang infus
2. Hingga 24 jam kemudian, pasien masih berada di brankar UGD 
3. Keluarga mengeluh belum ada kepastian kamar rawat inap

KLARIFIKASI PIHAK RS LABUAN:
Menanggapi keluhan tersebut, pihak RS Labuan melalui FP menyampaikan:
> "Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Saat ini kamar rawat inap sedang penuh, apabila pasien sudah ada advice dari dokter IGD dan kamar sudah ada yang kosong pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan kamar inap"

TUNTUTAN & HARAPAN:
1. Direktur RS Labuan: Segera carikan solusi alternatif. Lakukan rujukan ke RS lain jika kapasitas penuh >24 jam
2. Dinas Kesehatan Kab. Pandeglang & Provinsi Banten: Lakukan evaluasi dan tambah kapasitas RS
3. BPJS Kesehatan: Pastikan hak pasien JKN Bapak Ismed terpenuhi. Tidak ada penelantaran
4. Pemerintah Daerah: Perhatikan nasib pasien lansia agar tidak terkatung-katung di UGD

CATATAN REDAKSI:
Kami mengapresiasi respon RS Labuan. Namun kejadian 24 jam di UGD ini harus jadi evaluasi agar tidak terulang ke pasien lain.


(Jajang)