Ketika Alam di pusaran Pancaroba, kenapa lebih peduli akibat ketimbang sebab - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Kamis, 30 Juli 2026

Ketika Alam di pusaran Pancaroba, kenapa lebih peduli akibat ketimbang sebab

Ketika Alam di pusaran Pancaroba, kenapa lebih peduli akibat ketimbang sebab.
Pandeglang Banten | Memasuki Bulan Juli 2026. Kondisi cuaca di Kabupaten Pandeglang sedang tidak baik - baik saja, Musim Kemarau datang dan dirasakan pada sejumlah Kecamatan Desa dan Kampung. Akibatnya kekeringan dan kesulitan sekedar mendapatkan air bersih yang dialami Wargapun, nyaris tiap hari tampil di pekhabaran, baik online, visual, maupun cetak.

Fenomena Alam tersebut, mengundang para relawan, simpatisan, partisipan, soal kepedulian, soal keprihatinan, soal kemanusiaan, soal berkeadilan sosial, baik terhadap atas nama kedinasan, atau non kedinasan, atau lembaga non Pemerintah yang berkonotasi terhadap bencana, atau Komunitas,atau personal, bahwasanya situasi dan kondisi seperti itu bukanlah sebuah bentuk pembiaran, sebab yang dibutuhkan adalah secepatnya mengedepankan sikap untuk membantu minimal meringankan Warga yang terimbas kemarau. Sebagaimana Khabar yang tersiar dibeberapa media informasi.

Begitupun sebaliknya, ketika musim kembali menempati janjinya di Kabupaten Pandeglang, ketika Alam memenuhi rotasinya, ketika penanggalan di Alamanak berada di pusaran musim hujan, terjadi nya debet air cukup deras, luapan sungai hingga kedaratan, kemudian banjir terjadi dimana-mana Kembali menggugah kata, rasa, sikap, harus membantu, membantu dan membantu. 

Menarik garis horizontal dan memaknai pancaroba diatas, terkadang adanya kecenderungan implementasi kepada akibat tanpa harus mengevaluasi sebab. Padahal konteks sebab merupakan akar persoalan dari akibat itu sendiri. Kenapa Warga kesulitan Air bersih ketika dilanda musim kemarau, tidak adakah antisipasi awal pembuatan Pipanisasi, Airpom, Sanitasi Air Bersih, pembuatan embung dan sejenisnya. Begitupun ketika Daerah di hantam musim penghujan lancarkah saluran air limbah, berfungsikah embung penampungan debet air, dangkalkah kondisi sungai, berfungsikah irigasi.

Dari Hikayat yang ditelisik Jurnalis. Pembangunan - pembangun sarana dan prasarana untuk menjawab kehendak Alam antara Kemarau dan Penghujan sebenarnya sudah di jawab baik oleh APBN oleh APBD Provinsi oleh APBD kabupaten melalui RAPBD De-s melalui Institusi disektor kebutuhan musim, melalui kelompok tertentu. Pertanyaannya adakah perawatan, adakah pemeliharaan, adakah pelestarian utamanya bagi penerima dan pemanfaat secara global. Sehingga ketika pancaroba datang maka itulah fungsi dan kegunaannya, atau minimal ada ada bentuk - bentuk meminimalisir situasi.

Ataukah kita harus bercermin pada bait syair Ebit Gunawan Abdul Djafar (Ebiet G Ade) " Barangkali disana ada jawabnya mengapa ditanahku terjadi bencana, Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah Kita.... 

Oleh Jurnalis suararakyat 21.com
(Dhie)