Pandeglang Banten | Malam...belum begitu larut. Tiga Orang laki - laki masuk kedalam sebuah kafe dipinggiran Pantai lalu memesan jenis Minuman, seraya mendengar bahkan sesekali diantara Mereka menyesuaikan vokal suara dengan penyanyi dangdut yang diputar melalui vidio di Kafe tersebut. Tak lama kemudian Dua Perempuan dengan busana yang cukup menantang liar Mata memandang, mendekati sekaligus menawarkan pertemanan lebih serius kearah sambung raga. Mereka pun seketika terlibat perbincangan diantara kepulan asap kretek dan suara debur ombak dikejauhan. Perbincangan kearah Memorandum of understanding (MoU).
Setelah kesepakatan harga dicapai dengan tanpa harus ditanda tangani, atau dibubuhi materai atau disertakan saksi - saksi. Tiga Lelaki dan Dua Perempuan itu meninggalkan Kafe usai membayar kebutuhan apa saja yang sudah Mereka pesan pada pemilik kafe, Kemudian Mereka menuju sebuah tempat yang dirasa aman nyaman sekaligus menyenangkan.
Sudah bisa dibayangkan, ditempat itu lengkap dengan ruangan khususnya berbirahi ria pun terjadi, sementara lelaki yang satunya lagi sehubungan tidak memiliki lawan kencan, cukup hanya menunggu di depan pintu " Saya mah nggak . Tapi kalau Dua teman Saya memang ia. Aku Bram entah jujur entah tidak (Bukan nama sebenarnya.Red) pada Wartawan .
Tak lama kemudian Pintu Kamar Satu terbuka, Sepasang Anak Manusia keluar usai melepaskan gaya bebasnya, hanya saja dibalik kepuasan, dari raut muka lelaki yang baru saja tinggal landas itu sedikit mengeluh. " Waduh Uangnya Kurang sedikit , coba Kau hubungi ke Pintu Dua kali aja Dia ada." Bisik Piktor (Nama disamarkan.Red)
Bram menuju pintu dua dan langsung mengetuk, sehubungan tidak ada sahutan dari dalam pintu. Bram terpaksa sedikit membuka pintu itu. " Pantesan Jhon ( Nama disamarkan.Red) tidak menyahut soalnya Mereka lagi seru- serunya." Ungkap Bram sambil mempermainkan kedua tangannya pada Wartawan entah maksudnya apa.
Ternyata Jhon pun hanya memiliki Uang untuk membayar jasa raga terbatas, dalam arti sesuai kesepakatan sebelumnya. Dan pada akhirnya salah Satu dari Perempuan itu dengan suara dan bahasa yang cukup bijak mengatakan." Sehubungan pembayarannya kurang. Baiknya cari aja dulu, tetapi simpan dan masukkan aja Motor nya kedalam Kamar." Ungkap Bram menirukan ucapan Perempuan itu, sebut saja namanya Cristy (Bukan nama sebenarnya.Red).
Kamipun kata Bram mencari Donatur dengan berjalan kaki meninggalkan tempat itu, dan untungnya ada yang membantu memberikan talangan sesuai yang dibutuhkan. Lalu Bram menirukan ucapan Orang yang turut berpartisipasi bayar Bon akibat sambung badani.
" Ari Kitu kumaha titadina kikituan sampe boga hutang sampe ngajaminken Motor Sagala. Yeuh ku urang dibere kakurangana, tapi awas sakali deui awas ulah mawa - mawa ngaran urang ." Pesan Orang itu ujar Bram berbelit - belit, Bram sendiri terkesan cuci nama baik dirinya agar tidak kelihatan bermain, seperti kedua temannya " Soal Kau, hanya kau yang tahu Bram ! "
(Dhie)