Mengungkap Epos Risalah Adiluhung
Pandeglang Banten | Seni adalah sesuatu yang Indah. Seni dalam segmen teater memiliki nilai universal yang konteksnya pada filterisasi tentang nilai tertentu utamanya dari sang pemeran itu sendiri. Dan seni bisa saja berakhir dengan pembiasan makna, bahkan akan terasa absrud jika sang pelakon hanya sebatas menggugurkan skenario tanpa disertai penjiwaan secara rasional.
Lain hal dengan pementasan seni pada panggung terbuka di SMAN 3 Pandeglang. Siswa Kelas XI mulai dari XI.A hingga XI.L sebelumnya untuk menampilkan sebuah epos adiluhung. Mereka berjibaku dengan pikiran, tenaga, waktu, teks narasi , dan konsentrasi, lantaran Mereka berpikir harus bagaimana dan seperti apa ketika ploting dialog, ketika beradaptasi dengan karakter yang ditokohkan, ketika gerak mimik ditampilkan harus sealur pada instruksi sutradara berdasarkan risalah sebenarnya. " Untuk Latihannya saja kurang lebih Tiga Bulan Pak." Ujar sang pemeran Pahlawan dari Tanah Rencong Teuku Umar.
Dikatakan Wakil Kepala SMAN 3 bagian kesiswaan Sri Rahmawati S.Pd. M.Pd ." Mereka dalam hal pementasan dilatar belakangi dengan Tiga mata pelajaran diantaranya Bahasa Indonesia, Seni Rupa, dan Sejarah. Dari ketiga materi tersebut lalu dibaurkan untuk menghasilkan satu bentuk berupa praktek gerak laga dan gaya, yang umumnya cenderung pada kisah kepahlawanan di berbagai daerah Nusantara." Tukasnya.
Masih dikatakan Sri ." Selain bagian dari kebutuhan bidang studi juga kegiatan itu merupakan agenda Tahunan di Sekolah Kami. Dan Alhamdulillah Siswa - siswi Kami sangat bersemangat, bahkan cukup antusias dalam memerankan figur yang terkonsep di skenario kemudian dijewantahkan oleh Sutradara sebagai instrukturer pada siapa yang pantas dan layak untuk memerankannya. "
Adapun adegan per adegan sebagaimana arahan dari juru teknik dan montage Lanjut Sri . " Menggunakan sistem Dubbing Vokal sementara Ilustrasi musik dipercayakan pada arranger (Penata Musik.Red). Jadi kesimpulannya semua bentuk pementasan di olah dan dikembalikan kepada Mereka dalam arti, Kami memberikan kesempatan berkreasi baik soal investigasi lakon maupun hal lain yang berhubungan dengan teater. Akan tetapi kesemuanya itu tidak lepas dari bimbingan, arahan, motivasi dari Wali Kelas dan masing-masing Guru bidang Studi." Ujar pada Wartawan diruang kerjanya.
Dari pantauan suararakyat 21.com, berbagai cerita yang di implementasikan diatas pentas Hikayat epos kepahlawanan hari itu Selasa (26/5/26) lebih mendominasi dari episode ke episode contohnya Batavia Tiga Jaman, Seberkas Cahaya di ujung Rencong, Perjuangan Kapitan dan kisah historikal lainnya.
(Dhie).