GREENLAND PULAU STRATEGIS GLOBAL PERTAHANAN UNI EROPA - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Senin, 12 Januari 2026

GREENLAND PULAU STRATEGIS GLOBAL PERTAHANAN UNI EROPA

GREENLAND PULAU STRATEGIS GLOBAL PERTAHANAN UNI EROPA.


Pulau Greenland bukan hanya pulau terbesar di dunia, namun juga memiliki sumber daya alam yang bernilai tinggi. Olehnya tidak heran jika Uni Eropa, khususnya Denmark akan mempertahankan mati-matian pulau ini. 

Greenland memiliki luas 2,16 juta Km2 dan dikelilingi oleh air. Oleh sebab itu Greenland secara definisi geografi adalah pulau dan bukan benua. Greenland merupakan kombinasi faktor strategis, di antaranya ekonomi, politik, dan keamanan global. 

Posisi geopolitik Greenland yang sangat strategis dan terletak di antara Eropa, Amerika Utara dan Samudera Arktik, menjadikannya sebagai titik kunci jalur militer dan pertahanan (terutama pada era Perang Dingin hingga sekarang).

Greenland juga memiliki peranan penting sebagai pengawasan radar dan satelit, serta penyangga keamanan kawasan Atlantik Utara. Oleh sebab itu, kehilangan Greenland berarti kehilangan pengaruh strategis besar di Arktik.

Kekayaan sumber daya alam yang terdapat di Pulau Greenland, juga tidak main-main, di antaranya adalah mineral langka (rare earth elements), yang sangat penting untuk teknologi modern (EV, chip, senjata dll.). Selain itu di Greenland juga terdapat uranium, minyak dan gas serta perikanan.

Bagi Eropa, hal tersebut menjadi sangat penting untuk mengurangi ketergantungannya pada China dan Rusia, serta berguna untuk menjaga ketahanan ekonomi jangka panjangnya.

Negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS), Rusia dan China berlomba-lomba meningkatkan pengaruh di Arktik, karenanya Eropa tidak ingin kehilangan pijakan strategis di kawasan ini.

Pulau Greenland berada pada wilayah otonom Kerajaan Denmark, ia bukan bagian dari anggota Uni Eropa, meskipun memiliki hubungan yang sangat erat dengannya. 

Apabila Greenland merdeka sepenuhnya, atau berpindah kepemilikan ke negara lain, misalnya AS atau China, maka Eropa akan kehilangan pengaruh strategis besar. Karena Greenland pada prinsipnya menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan NATO. 

Pangkalan militernya seperti Thule Air Base, itu sangat krusial untuk deteksi rudal dan pertahanan udara NATO dan Eropa. Untuknya Eropa ingin memastikan kawasan ini tetap berada di blok Barat, bukan jatuh ke pengaruh rival.

Persaingan kekuatan dunia yang selama ini banyak di dominasi oleh Amerika Serikat, menjadikan AS semakin suka bersikap sewenang-wenang pada negara-negara lain. Dan hasrat menggebu-gebunya yang ingin menjadi Polisi Dunia, telah terbukti menimbulkan banyak negara-negara lain sebagai korban.

Sudah terlalu banyak negara-negara lain yang porak poranda akibat turut campurnya AS dalam urusan dalam negerinya. Sebut saja misalnya Indonesia di akhir Orde Lama, kemudian Vietnam, Afghanistan, Irak, Libya, Suriah, Yaman, Palestina, Lebanon dan terakhir Venezuela. 

Beruntung sekali jika ada negara yang terus diganggu oleh AS seperti Iran, namun masih bisa terus bertahan bahkan alutsistanya semakin canggih dan membuat dunia terperangah, ketika Iran menghajar Israel dengan rudal-rudal jarak jauhnya.

Eropa dan NATO sangat mengerti akan hal ini, dan mereka tidak ingin menjadi korban terakhirnya. Karena itu Eropa dan NATO mulai bersikap tegas pada AS dan mengancam akan menyerangnya, jika AS di bawah kepemimpinan presiden idiot Donald Trump, nekat mencaplok Greenland ! 

Menarik sekali bukan, sebab ini akan merubah peta politik dunia, dimana NATO tak lagi mesra dengan AS yang selama ini menjadi mitra politik, ekonomi dan militernya. Sapere aude !...(SHE).

12 Januari 2026.

Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Analis Politik.
(Tim)