PANDEGLANG – BANTEN | Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak krisis air bersih akibat kemarau panjang tahun 2026 diwujudkan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Cikeusik melalui kolaborasi bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD-PK Kabupaten Pandeglang.
Sebanyak 4.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat Kampung Leuwigede, Desa Sumur Batu, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Jumat (2/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua MWCNU Cikeusik, Ustaz Abdul Havid Yusup, S.Pd.I., bersama jajaran pengurus MWCNU dan Pijayudin selaku Ketua PAC GP Ansor Cikeusik, turun langsung mendampingi proses penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat bersama personel TRC BPBD-PK Kabupaten Pandeglang.
Ustaz Abdul Havid Yusup, S.Pd.I., menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian MWCNU, PAC GP Ansor, Banser, serta TRC BPBD-PK Kabupaten Pandeglang terhadap masyarakat Kampung Leuwigede yang hingga saat ini masih mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang tahun 2026.
Ia berharap bantuan air bersih tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus sedikit meringankan beban warga yang sedang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurutnya, kepedulian dan kebersamaan berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan, terutama ketika warga sedang menghadapi persoalan mendasar seperti ketersediaan air bersih.
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Cikeusik, Pijayudin, menyampaikan bahwa kolaborasi penyaluran bantuan air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini wilayah Kampung Leuwigede masih mengalami krisis air bersih. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, termasuk membeli air isi ulang dalam kemasan galon dengan harga sekitar Rp5.000 per galon.
"Kolaborasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap bantuan ini sedikitnya dapat meringankan beban warga Kampung Leuwigede. Sampai saat ini masyarakat masih mengalami krisis air bersih dan tidak sedikit warga yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air. Tentu kondisi ini cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi yang terbatas," ungkap Pijayudin.
Apresiasi dan rasa terima kasih juga disampaikan Masri, salah seorang warga Kampung Leuwigede yang menerima manfaat bantuan tersebut.
Ia mengucapkan terima kasih kepada MWCNU, PAC GP Ansor, serta TRC BPBD-PK Kabupaten Pandeglang yang telah hadir dan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.
Menurut Masri, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi warga yang hingga kini masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada MWCNU, PAC Ansor, dan TRC BPBD-PK Kabupaten Pandeglang atas bantuan air bersih ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga ke depannya semakin banyak pihak yang peduli dan membantu masyarakat Kampung Leuwigede, karena sampai saat ini kami masih mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang tahun 2026," tutur Masri.
(Eri /Red)