MWCNU Cikeusik Evaluasi HSN ke-10, Eri Piatna Babinsa Sekaligus Relawan Rumah Yatim Terima Penghargaan - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Jumat, 30 Oktober 2026

MWCNU Cikeusik Evaluasi HSN ke-10, Eri Piatna Babinsa Sekaligus Relawan Rumah Yatim Terima Penghargaan

MWCNU Cikeusik Evaluasi HSN ke-10, Eri Piatna Babinsa Sekaligus Relawan Rumah Yatim Terima Penghargaan
PANDEGLANG – BANTEN | Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cikeusik bersama PAC GP Ansor dan Banser menggelar kegiatan laporan pertanggungjawaban (LPJ), evaluasi, serta pemberian penghargaan atas penyelenggaraan Hari Santri Nasional (HSN) ke-10 Tahun 2026 tingkat Kecamatan Cikeusik.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, bertempat di Saung Kebangsaan, Kampung Malangsari, Desa Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MWCNU Kecamatan Cikeusik, Ustaz Abdul Havid Yusup, S.Pd.I., beserta jajaran pengurus MWCNU, PAC GP Ansor, dan Banser Kecamatan Cikeusik.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Abdul Havid Yusup menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan Hari Santri Nasional ke-10 tingkat Kecamatan Cikeusik yang diselenggarakan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Cikeusik.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan kerja sama antara panitia, pemerintah, berbagai lembaga, para sponsor, dermawan, serta dukungan masyarakat, tokoh agama, dan kalangan pemuda.
Ia menilai, rangkaian kegiatan HSN tahun ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Hal tersebut terlihat dari antusiasme warga yang menghadiri Istighosah dan Tabligh Akbar pada 21 Oktober 2026 serta Upacara Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026.
Ia berharap, penyelenggaraan Hari Santri Nasional pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah, lebih khidmat, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Selain mengevaluasi kegiatan, Ketua MWCNU juga menyoroti sejumlah tantangan organisasi ke depan, di antaranya penguatan rekrutmen anggota muda, optimalisasi sekretariat, serta kesinambungan program sosial dan pendidikan.
Ia mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan motivasi dan komitmen dalam membesarkan Nahdlatul Ulama, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan lembaga sosial demi kemajuan organisasi serta kebermanfaatan bagi masyarakat.

Momentum evaluasi tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada Sertu Eri Piatna, Babinsa Koramil 0116/Cikeusik yang sekaligus merupakan relawan Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim Ar-Rahman Indonesia.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan keterlibatannya dalam mendukung kesuksesan penyelenggaraan Hari Santri Nasional ke-10 tingkat Kecamatan Cikeusik.
Ustaz Abdul Havid Yusup menilai, kehadiran Sertu Eri Piatna di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama memberikan motivasi tersendiri untuk membangun kebersamaan, meningkatkan kepedulian, dan bersama-sama membantu masyarakat.
Menurutnya, semangat Eri Piatna yang terus berupaya hadir di tengah kesulitan masyarakat merupakan nilai positif yang patut menjadi motivasi bersama.
MWCNU Kecamatan Cikeusik juga menyatakan akan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Pijayuddin selaku Ketua Panitia HSN ke-10 tingkat Kecamatan Cikeusik menyampaikan ucapan terima kasih kepada MWCNU Kecamatan Cikeusik, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para sponsor, dermawan, seluruh pendukung, serta jajaran panitia yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana.
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Pijayuddin menyampaikan bahwa total pemasukan kegiatan Hari Santri Nasional mencapai Rp24.929.000, sedangkan total pengeluaran sebesar Rp24.396.000.
Dengan demikian, berdasarkan perhitungan tersebut terdapat sisa saldo sebesar Rp533.000.
Laporan pertanggungjawaban ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dukungan yang telah diberikan oleh seluruh pihak.

Dalam kesempatan yang sama, Sertu Eri Piatna menyampaikan rasa terima kasih kepada Ketua MWCNU, jajaran pengurus, serta PAC GP Ansor Kecamatan Cikeusik atas penghargaan yang diberikan kepadanya.
Ia mengatakan bahwa sebagai seorang prajurit TNI dengan segala keterbatasan yang dimiliki, dirinya berupaya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan dan membutuhkan bantuan.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan misi kemanusiaan Rumah Yatim Ar-Rahman Indonesia yang selama ini berupaya membantu masyarakat, pondok pesantren, anak-anak yatim, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
"Saya selaku prajurit dengan segala keterbatasan yang ada akan terus berupaya hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan apa yang diharapkan oleh Rumah Yatim, yaitu bagaimana kita bisa terus membantu masyarakat, pondok pesantren, dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya," ungkap Eri.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan komandannya yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dilaksanakannya.
"Pengabdian ini tentu tidak bisa dilakukan sendiri. Saya mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan Komandan saya yang terus memberikan dukungan sehingga saya bisa terus berbuat dan hadir di tengah masyarakat," tambahnya.
Ia berharap, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi pribadi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun kepedulian dan memperkuat semangat gotong royong," pungkas Sertu Eri Piatna"

(Tim)