MIMPI MEGALOMAN KEMARUK KEKUASAAN, JOKOWI - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Senin, 02 November 2026

MIMPI MEGALOMAN KEMARUK KEKUASAAN, JOKOWI

MIMPI MEGALOMAN KEMARUK KEKUASAAN, JOKOWI. 
Jokowi di Bandung mengatakan;"PSI ini partai baru, tapi kok ditakuti. Tapi meskipun ini partai baru, ini akan jadi partai besar. Target PSI bukan hanya masuk Senayan, namun lebih dari itu !". Lalu bagaimana pendapat saya soal pernyataan Jokowi ini?

Menurut saya, pernyataan Jokowi yang seperti itu, sangatlah ngawur, mengada-ada. PSI menurut saya tidak akan bisa jadi partai besar, paling tidak dalam Pemilu 2029 nanti. Kenapa bisa demikian? 

Pertama, hampir tidak ada satupun kader PSI yang memiliki pengalaman panjang mengelola partai politik besar. Apalagi Ketua Umumnya, Kaesang Pangarep yang merupakan putra bungsu dari Jokowi, dia ini masih bocil dan tidak pernah berpengalaman memimpin partai politik. Menjadi kader partai besar yang melalui jenjang pendidikan pengkaderanpun tidak. 

Bahkan meskipun tren terbaru ada beberapa politisi yang melompat ke PSI, itupun rata-rata merupakan figur yang sangat tidak dikenal dan tidak memiliki track record sebagai politisi atau aktivis ulung. Merekapun kebanyakan melompat dari partai-partai kelas menengah, atau di bawahnya dan ada beberapa juga figur yang pernah bermasalah dengan kasus korupsi.

Kedua, PSI selama ini sangat gencar membuat pamflet, baliho, sticker, kaos, jaket, bendera dan alat-alat peraga kampanye lainnya yang tersebar di hampir seluruh pelosok Indonesia. Namun hasilnya nihil, PSI tetap menjadi partai gurem di Pemilu 2024 yang lalu. Ia sepertinya memiliki dana yang sangat besar, namun tidak diimbangi oleh SDM yang unggul. Mereka kebanyakan hanyalah aktivis-aktivis atau politisi-politisi pemula, yang hanya lihai untuk soal foto-foto selfie.

Ketiga, Jokowi sendiri hanyalah mantan tukang pasang gorden jendela, tukang kusen pintu dll. Ia tidak pernah terlibat dalam urusan memanage partai politik. Ketika Jokowi menjadi kader PDIP, iapun hanya menjadi "wayang", meskipun akhirnya ia mau nekat menjadi "dalang", namun kemudian ia malah terpental, dikeluarkan dari PDIP karena penghianatannya. Rupanya belakangan baru disadari oleh para pengurus partainya, Jokowi itu sesungguhnya tidak mempunyai kelihaian dalam berpolitik, ia hanya lihai dalam urusan ilmu perkeliruan alias jago menipu dan memiliki jiwa yang sangat kental sebagai penghianat.

Jokowi sebelumnya selalu dianggap sebagai Maestro Politik Indonesia, itu salah besar. Jokowi tidak pernah berkeringat dan tidak mempunyai konsep apapun untuk mengelola negara. Ia selama ini hanya bermodal keahlian menipu dan pencitraan, dan semacam menerima barang jadi (konsep atau platform kerja) yang disodorkan oleh para pemikir-pemikir brilian di PDIP dan dari kalangan akademisi non partai. Oleh sebab itu, apa yang dikatakan oleh Jokowi, bahwa PSI akan menjadi partai besar, hanyalah sebuah mimpi seorang megaloman yang kemaruk kekuasaan. 

Kalau ada yang mau membantah apa yang saya katakan ini, silahkan saja. Tetapi setidaknya, Pemilu 2024 PDIP tanpa Jokowi tetaplah tampil sebagai juara, dan keikut sertaan Gibran Rakabuming Raka menjadi Wapres pendamping Prabowo Subianto, sumbangsih suaranya teramat kecil sekali, bahkan nyaris tak terlihat. Kebanyakan pemilih pasangan Capres/Cawapres 2024 Prabowo-Gibran, merupakan pemilih asli Prabowo itu sendiri di Pilpres sebelumnya, sisanya yang sangat sedikit itu, adalah para Termullen yang sekarang banyak yang stres. Betul apa benar? Sapere aude !(SHE).

2 November 2026.

Saiful Huda Ems (SHE).