Pandeglang - Proyek bantuan pemerintah program revitalisasi SDN Langensari 2 kampung margasari desa Langensari kecamatan Saketi kabupaten - Banten senilai hampir Rp 1 miliar tepatnya sebsar Rp 966,815,981 dari dana APBN mendadak heboh menjadi sorotan warga, 21 Oktober 2026
Pasalnya pelaksanaan proyek yang di kerjakan oleh panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP) SDN Langensari 2 tersebut,pekerjaan terlihat baru sebatas Pembongkaran plafon lama
Sementara rangka hollo atau rangka baja ringan penyangga plafon lama di duga tidak di ganti dan masih menggunakan material yang di duga sudah karat
" Di bongkar plafona na doang ,hollo na te di ganti" ujar warga sekitar yang enggan di sebutkan namanya yang tau percis pembongkaran tersebut dan sampai selesai
Dugaan pengurangan volume di perkuat dengan beredarnya vidio dari warga setempat yang merekam sebuah truk berwarna kuning,bertuliskan SIMAR RAJA sedang mengangkut material holo baja ringan berukuran panjang keluar dari lokasi sekolah entah mau di bawa kemana?
Selain itu warga setempat juga,mempertanyakan sistem HOK (harga ongkos kerja) yang di duga di borongkan Rp 6 juta per-lokal jika di hitung 11 lokal total hanya Rp 66 juta warga mempertanyakan Transparansi sisa anggaran
Pihak P2SP SDN Langensari 2 serta kepala sekolah belum memberikan keterangan resmi,redaksi ,,,,,masih berupaya melakukan konfirmasi ke dinas pendidikan kabupaten Pandeglang
Diduga temuan barupun terbongkar seperti; instalansi listrik tanpa paralon,kabel listrik di atas rangka hollo terlihat menggantung bebas,tanpa pipa conduit / paralon PVC
Seharusnya sesuai standar SNI sekolah,semua kabel dalam plafon wajib pakai paralon untuk mencegah korsleting dan bahaya kebakaran bagi siswa swa SD
Masyarakat mendesak dinas pendidikan kabupaten Pandeglang inspektorat ,serta tim monev dari balai penjamin mutu pendidikan (BPMP) provinsi Banten melakukan audit fisik dan audit anggaran guna memastikan tidak terjadi dugaan penyimpangan dana APBN. (Red)