PROYEK JEMBATAN PICUNG 1 SENILAI Rp4,7 MILIAR RESMI DIMULAI, DANA DARI APBD BANTEN 2026 HARUS DIAWASI OLEH SEMUA LAPISAN MASYARAKAT - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Senin, 14 September 2026

PROYEK JEMBATAN PICUNG 1 SENILAI Rp4,7 MILIAR RESMI DIMULAI, DANA DARI APBD BANTEN 2026 HARUS DIAWASI OLEH SEMUA LAPISAN MASYARAKAT

PROYEK JEMBATAN PICUNG 1 SENILAI Rp4,7 MILIAR RESMI DIMULAI, DANA DARI APBD BANTEN 2026 HARUS DIAWASI OLEH SEMUA LAPISAN MASYARAKAT 


‎PANDEGLANG — Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memulai pelaksanaan pembangunan Jembatan Picung 1 pada ruas jalan penghubung Picung–Muncul, Kabupaten Pandeglang. Proyek ini bernilai anggaran Rp4.723.643.000,- dan sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026.
‎Berdasarkan papan proyek resmi yang terpasang di lokasi, pekerjaan ditandatangani kontrak pada 21 Juli 2026, dengan tenggat waktu penyelesaian 158 hari kalender. Pelaksana utama proyek dipercayakan kepada PT. Cipta Mandiri Kontruksindo, sementara pengawasan teknis diserahkan kepada PT. Tanoeraya Konsultan.
‎Jembatan ini menjadi harapan besar warga sekitar karena akan memperlancar arus lalu lintas, mempermudah pengangkutan hasil bumi, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di bagian selatan Pandeglang. Di bagian bawah papan proyek tertulis jelas: “Pekerjaan ini dilaksanakan dari sebagian pajak yang Saudara bayar”, mengingatkan bahwa setiap rupiah anggaran adalah milik rakyat dan wajib dipertanggungjawabkan secara transparan.
‎Ketua Dewan perwakilan Cabang Gerakan Pemuda Marhaenis (DPC- GPM) Pandeglang mengingatkan: anggaran hampir Rp4,7 miliar adalah uang rakyat. Mulai dari bahan bangunan, ukuran, mutu, hingga penyelesaian tepat waktu — semua harus berjalan sesuai spesifikasi kontrak. Masyarakat berhak mengawasi: jangan sampai jembatan yang dibangun dengan biaya besar justru berkualitas ringan atau selesai tidak sesuai rencana.
‎“Kami akan pantau bersama warga. Jembatan ini bukan sekadar bangunan beton, tapi investasi keselamatan dan masa depan warga. Jika ada penyimpangan material, pengurangan volume, atau pelanggaran prosedur, kami akan angkat ke permukaan,” ujar Nuryahman selaku Ketua Dewan perwakilan Cabang Gerakan Pemuda Marhaenis (DPC- GPM) Pandeglang
‎Sampai saat ini pekerjaan baru memasuki tahap awal. Publik menunggu: apakah proyek senilai hampir Rp4,7 miliar ini benar-benar berdiri kokoh sesuai janji, atau justru menyisakan tanda tanya besar soal mutu dan keadilan anggaran?
‎Redaksi tetap membuka ruang laporan dari warga di sekitar lokasi untuk bersama-sama menjaga agar uang negara tidak terbuang sia-sia.  (Tim/Red) 
‎