AMARAH MACAN LANSIA PADA PURBAYA - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Selasa, 15 September 2026

AMARAH MACAN LANSIA PADA PURBAYA

AMARAH MACAN LANSIA PADA PURBAYA.

Baru satu tahun Purbaya Yudhi Sadewa menjabat sebagai Menteri Keuangan, namun Purbaya sudah diberhentikan secara mengejutkan. Padahal ketika Purbaya baru dilantik menjadi Menteri Keuangan, beliau sudah membuat heboh di jagat pemberitaan. Komunikasi politiknya yang sangat terbuka, blak-blakan dan cenderung vokal, menjadikannya dijuluki sebagai Menteri Koboi yang sangat kontroversial.

Medsos ketika itu tiba-tiba penuh dengan akun-akun yang memberikan dukungan untuknya. Bahkan ada sebagian akun-akun di medsos itu yang sudah berani mengkampanyekannya sebagai Capres 2029. Akan tetapi politik seringkali berubah cepat, siapa yang namanya berada di puncak saat ini, bisa saja besok sudah jatuh di jurang terdalam. Ini nampaknya yang sedang dialami oleh Purbaya.

Senin (14/9/2026) kemarin itu Purbaya sedang menghadiri rapat kerja di gedung DPD RI, namun tiba-tiba di tengah rapat itu Purbaya mendapatkan telpon dari istana, pesannya jelas: Purbaya diberhentikan sebagai Menteri Keuangan ! Beberapa jam kemudian Presiden Prabowo Subianto di istana negara, sudah melantik Menteri Keuangan baru, yang tak lain adalah mantan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. 

Waowww...ini bukan lazimnya pemberhentian seorang menteri yang seharusnya dilakukan lebih terhormat. Ini pelecehan, suatu tindakan sadis yang nampaknya dilakukan karena didasari oleh rasa amarah yang memuncak. Mirip dengan apa yang pernah dilakukan oleh Presiden Prabowo terhadap Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, yang diberhentikan hanya melalui telpon beberapa jam sebelum pelantikan menteri baru yang menggantikannya.

Yang menjadi pertanyaan banyak orang kemudian, kenapa Purbaya "disikat" dari Kabinet? Kenapa tidak menteri-menteri bodoh, korup dan tak becus bekerja lainnya yang disikat Prabowo? Bukankah Purbaya selama ini justru banyak mendapatkan simpati dari rakyat, karena keterbukaan dan keberaniannya mengungkapkan berbagai persoalan keuangan negara di ranah publik? Jawaban yang bisa dikemukakan mungkin hanya satu: Macan Lansia itu marah pada Purbaya !.

Di awal menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya banyak menghibur hati orang, bukan hanya rakyat namun juga hati Presiden. Dengan kepercayaan dirinya yang luar biasa, Purbaya berjanji akan sanggup menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam waktu singkat. Akan tetapi semakin kesini, Purbaya bukannya malah menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, melainkan malah banyak membocorkan sekandal-sekandal penggarongan keuangan negara. 

Jokowi misalnya, dianggap telah mewariskan hutang negara yang menumpuk. Kereta Cepat Whoosh, hutangnya masih ada Rp. 116 Triliun dan harus dibayar Rp. 1 Triliun pertahun sampai 80 tahun mendatang. Bayangkan, yang hutang Jokowi, keretanya ada di Jawa Barat, tapi rakyat se Indonesia yang harus membayar Rp. 1 Triliun pertahun sampai 80 tahun mendatang ! Dan Purbaya sebagai MENKEU ketika itu, menolak kalau sampai untuk membayar hutang itu harus ditanggung oleh APBN.

Selain Kereta Cepat, Purbaya juga pernah blak-blakan mengatakan kalau UU Ciptakerja warisan Jokowi itu telah membuat negara rugi Rp.25 Triliun pertahun. Kebijakan Jokowi itu dianggap Purbaya, akan membuat orang-orang yang kaya akan semakin kaya dan orang-orang miskin akan semakin miskin. Tak sampai disitu, Purbaya juga pernah menolak Family Office usulan Luhut Binsar Panjaitan, menggunakan dana dari APBN. Purbaya malah menyarankan, agar Luhut untuk membangun Family Office dengan menggunakan dananya sendiri.

Jokowi maupun Luhut memang bukan bagian dari Istana Jakarta yang dipimpin oleh Prabowo, melainkan bagian dari Istana Solo yang dipimpin oleh Jokowi sendiri. Akan tetapi semua orang juga sangat tahu, bahwa berkat dukungan dari Istana Solo, Istana Jakarta akan tetap kokoh, oleh sebab itulah Presiden Prabowo masih tetap hormat dan menjaga hubungan kerjasama politiknya dengan Istana Solo. Namun yang paling membuat Macan Lansia itu marah pada Purbaya bukan apa yang saya sebutkan di atas, melainkan beberapa hal ini:

Pertama, Purbaya pernah meminta izin pada Presiden Prabowo, agar dana MBG ditransfer langsung saja ke siswa. Jadi tidak perlu lagi ada Dapur MBG, SPPG dll., yang menguras anggaran dan kerap tidak tepat sasaran itu. Padahal sudah menjadi rahasia umum, MBG itu selama ini selain menjadi tempat sarangnya korupsi besar-besaran, juga menjadi tempat untuk mendulang dukungan suara bagi Prabowo di Pilpres 2029 mendatang. Maka meminta izin pada Prabowo untuk "membubarkan" MBG, itu sama halnya dengan meminta Prabowo untuk berhenti bermimpi mendapatkan banyak dukungan padanya di Pilpres 2029.

Kedua, Purbaya juga pernah mengungkapkan anggaran yang dihabiskan oleh Presiden Prabowo selama kunjungannya ke Paris dan menginap di Hotel Four Seasons George V, bersama Teddy dll. itu, tarif kamarnya saja telah menghabiskan dana Rp. 5,8 Miliar. Waaah...ini kan sama halnya Purbaya sedang mengganggu kenyamanan dan kemesraan atau kenangan indah Prabowo bersama Teddy selama di Paris dong? Benar tidak?.

Ketiga, ini alasan yang paling kuat lagi, kenapa Macan Lansia itu sampai marah pada Purbaya, yakni soal ketegangan dengan DANANTARA. Inti dari ketegangan Purbaya dengan Danantara itu begini; 

Purbaya menyatakan Danantara akan menyetor sekitar Rp. 120 Triliun dari keuntungan atau investasinya kepada negara. Ia mengatakan hal itu merupakan perintah Presiden Prabowo dan sebelumnya merupakan komitmen yang disampaikan Danantara kepada Presiden. 

Pihak Danantara kemudian keberatan dan bahkan disebut mengatakan tidak mengetahui adanya rencana setoran Rp. 120 Triliun tersebut. Disinilah terjadi ketegangan terbuka antara Kemenkeu dan Danantara. Purbaya kemudian secara terbuka mempertanyakan sikap tersebut; kalau memang itu perintah Presiden dan sudah menjadi komitmen, mengapa Danantara menyatakan tidak tahu?

Media juga menggambarkan persoalan ini sebagai saling klaim mengenai laba BUMN dan siapa yang berwenang menentukan penggunaannya. Presiden Prabowo sepertinya sangat kesal dan marah, karena persoalan ini telah ramai menjadi perbincangan nasional. Nah, mungkin karena begitu marahnya, maka pada Senin (14/9/2026) kemarin, Purbaya langsung diberhentikan dari posisinya sebagai Menteri Keuangan dan menggantinya dengan Suahasil Nazara, hanya melalui telpon dan beberapa jam sebelum pelantikan MENKEU yang baru di istana negara. Tragis sekali bukan?...(SHE).

15 September 2026.

Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Aktivis '98.