SERANG-BANTEN | Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah turun langsung meninjau rumah Kusnadi, warga Kampung Jalupang Wetan, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, yang rata dengan tanah sejak roboh pada 12 Februari 2026. Dalam kunjungan Kamis (16/4/2026), Bupati memastikan pembangunan rumah layak huni akan direalisasikan bulan ini juga.
“Saya sudah lihat langsung kondisi rumah Pak Kusnadi yang ambruk. Insya Allah tahun ini kita bangun menjadi rumah layak huni,” tegas Ratu Rachmatuzakiyah di lokasi, didampingi Kepala Dinas Perkim Okeu Oktaviana, Camat Pabuaran Idham Danal, dan Kades Sindangheula Suheli.
Rumah Kusnadi ambruk akibat hujan deras pada Kamis, 12 Februari 2026. Sejak itu, ia belum bisa membangun kembali karena terbentur syarat dana swadaya pada program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), meski Pemdes Sindangheula sudah mengajukan bantuan ke Dinas Perkim dan Baznas sejak 2022.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Serang, Okeu Oktaviana, menyatakan pihaknya akan bergerak cepat sesuai instruksi Bupati.
“Insya Allah bulan ini paling cepat direalisasikan. Administrasi sedang diproses paralel karena sifatnya mendesak,” ujarnya.
Pembangunan rumah Kusnadi akan menggunakan anggaran Rp25 juta dari Baznas Kabupaten Serang. Dinas Perkim bertugas dalam administrasi, verifikasi, hingga monitoring pembangunan.
Kades Sindangheula, Suheli, menyebut pengajuan bantuan sudah dilakukan sejak 2022, namun terkendala dana swadaya dan legalitas lahan yang kini mulai teratasi.
“Alhamdulillah tahun ini ada titik terang. Kami akan kawal sampai selesai,” kata Suheli.
Bupati juga meminta seluruh camat dan kades mendata rumah tidak layak huni di wilayahnya agar kerusakan bisa diantisipasi sejak dini. “Jangan sampai warga menunggu rumahnya roboh dulu baru ditangani,” pesannya.
(Hidayat)