Singkawang, Kalimantan Barat | Semarak perayaan Cap Go Meh ke - 2577 kembali menghiasi kota Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa 3 Maret 2026 ,dengan kemeriahan dan keberkahan. Perayaan ini merupakan salah satu warisan budaya Tionghoa yang paling penting di Indonesia.
Cap Go Meh, yang dirayakan pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek, menandai akhir dari rangkaian perayaan Tahun Baru China. Perayaan ini diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk pawai Tatung, barongsai, dan liong.
Pawai Tatung merupakan salah satu atraksi utama dalam perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Tatung adalah orang yang dipercaya sedang dirasuki roh leluhur atau dewa pelindung, dan melakukan atraksi kekebalan tubuh.
Kegiatan ini tidak hanya menampilkan kekuatan fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual yang dalam. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa Tatung dapat membawa keberkahan dan melindungi masyarakat dari kesialan.
Selain pawai Tatung, perayaan Cap Go Meh di Singkawang juga diisi dengan berbagai kegiatan lainnya, seperti pawai barongsai dan liong, serta doa bersama di kelenteng-kelenteng bersejarah.
Masyarakat Singkawang sangat antusias menyambut perayaan Cap Go Meh. Mereka datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan kemeriahan perayaan ini.
Perayaan Cap Go Meh di Singkawang juga menjadi salah satu daya tarik wisata utama di Kalimantan Barat. Banyak wisatawan yang datang untuk menyaksikan kemeriahan perayaan ini.
Dengan demikian, perayaan Cap Go Meh di Singkawang tidak hanya merupakan warisan budaya Tionghoa, tetapi juga menjadi simbol keberagaman dan toleransi di Indonesia.
Semarak Cap Go Meh di Singkawang diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi salah satu perayaan budaya yang paling penting di Indonesia.
( Wulan/Tim ).