Pandeglang Banten | Mata Dunia masih terus menyaksikan, memperhatikan, mencermati, menganalisa, dan mengarsipkan berbagai kemungkinan berbagai ramalan, berbagai dugaan, soal situasi dan kondisi yang terjadi di Timur Tengah, siapa membunuh siapa dibunuh, siapa diserang siapa menyerang, siapa yang Korban siapa yang harus dikorbankan. Atas nama konflik yang terjadi antara Iran dengan Israel yang disokong Amerika. Atas nama Prahara Peperangan yang sampai sekarang masih samar kapan berakhir. Sementara episode gencatan senjata layaknya belum berlaku untuk semua pihak yang berkonflik.
Mata Dunia masih terus mencermati sesuai asumsi secara personal. Siapa sebenarnya yang menjadi Pemenang dalam peristiwa tersebut. Sebab masing - masing Negara yang terlibat, hingga Hari ini terus melancarkan aksi propaganda kepada Bangsanya bahwa kemenangan ada di pihak mulut yang mempropagandakan, tanpa disadari atau tidak dibalik propaganda, dibalik eskalasi militer, sejumlah jasad bergelimpangan, entahlah apakah tewasnya layak dijuluki Pahlawan, ataukah predator yang tumbang lalu dihujani sukacita bukan duka cita oleh seterunya.
Dibalik tragedi Peperangan demi harga diri, harga sebuah Bangsa, harga sebuah kedaulatan, harga sebuah Negara. Kerap terdengar suara Takbir umumnya disuarakan oleh pasukan Garda Revolusi Islam Iran pada saat meluncurkan senjata ke Daerah rival, dan tidak hanya suara Takbir bahkan lantunan salah satu surat yang direkomendasikan Al - Qur'an terdiri dari Tiga Ayat yaitu An - Nashr kerap diucapkan bahka dijadikan sebagai bagian dari motivator. Lalu Kenapa harus An-Nashr ada apa sebenarnya dengan tafsir An-Nashr.
An - Nashr merupakan surat ke 110 dalam Al - Qur'an terdiri dari Tiga ayat, yang konteksnya adalah sebuah permohonan, sebuah pengharapan, sebuah pertolongan, sebuah kehendak atas dasar ijin dan ridho Allah SWT dengan segala kekuasaannya dengan segala keperkasaannya, surat yang diriwayatkan turun pada tahun ke 8 Hijriyah saat peristiwa penaklukan Kota Makkah (Fathu Makkah) surat untuk terus optimis dari sebuah perjuangan. Berikut tafsir (Allahu A'lam. Pen) dari surat An- Nashr (Idza ja - aa).
1 . Apabila telah datang pertolongan Allah dan Kemenangan. 2 . Dan Kamu lihat Manusia masuk Agama Allah dengan berbondong-bondong. 3 . Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada - NYA. Sesungguhnya Dia adalah Maha penerima Tobat.
Lalu bagaimana dengan sikap Indonesia atas prahara Negeri Para Mullah dengan Zionis dan Paman Sam. Dari Kacamata Penulis berdasarkan Pembukaan Undang - undang Dasar Tahun 1945. Indonesia tetap konsisten sebagaimana Aline pertama Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah Hak segala Bangsa, dan oleh sebab itu makan penjajahan diatas Dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
(Dhie).