CATATAN JANUARI. Bupati Pandeglang dan refleksi Panutan soal Bencana - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Selasa, 03 Februari 2026

CATATAN JANUARI. Bupati Pandeglang dan refleksi Panutan soal Bencana

CATATAN JANUARI. Bupati Pandeglang dan refleksi Panutan soal Bencana.
Pandeglang Banten | Pergantian Tahun Masehi dari Tahun 2025 ke 2026. Wilayah Kabupaten Pandeglang saat itu sedang tidak baik - baik saja, beberapa peristiwa diluar nalar, diluar kemampuan dan diluar prediksi terjadi, sebagian besar didominasi oleh Alam dengan segala Prahara nya. Utamanya soal longsor, soal banjir, soal puting beliung, soal ambruknya beberapa Rumah Warga, beberapa fasilitas Umum, plus soal kebakaran, sekaligus soal kecelakaan yang menimpa Anak Sekolah dengan berbagai sebab akibat, hingga berpulangnya beberapa tokoh kharismatik keharibaan sang pencipta. 

Januari Bulan lalu, selubung kabut duka cita melapisi Langit Pandeglang. Rasa nelangsa, rasa prihatin, rasa yang sama sekali tidak diharapkan sebelumnya tiba - tiba menikam dibalik ketenangan Warga, di beberapa Desa, di beberapa Kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Layaknya Alam tengah memperlihatkan Jati dirinya atas nama irodat sang Pencipta.

Kecemasan kegetiran dan keputus asaan yang tergambar di Wajah - wajah Mereka selaku korban. Wajah - wajah dari berbagai kalangan dan status tak ubahnya busur panah yang menembus jauh kedalam bathin sosok sang leadership Bupati Kabupaten Pandeglang Hj Rd Dewi Setiani S.Sos . MA. Figur Individunya bergerak cepat dalam arti tidak hanya sebatas lips service, akan tetapi berbaur berkolaborasi dari apa, dan dalam keadaan seperti apa, ketika petaka itu dirasakan Warga. Berbuat banyak adalah mesti, kemudian bersikap bijak adalah harus, berbela sungkawa adalah Wajib. Merasakan apa yang dirasakan ketika musibah dengan segala Dinamikanya.

Dewi Setiani selain Orang Nomor Satu di Kabupaten yang bermotto " Petarung " Naluri Kewanitaannyapun reflek mengemuka. Beliau sadar betul, ketika Anak - anaknya dalam posisi keterpurukan, ketika itulah sentuhan kasih seorang ibu dipersentasikan melalui ekspresi Panutan ( Pola berfikir, bersikap, dan bertindak positif ) mengapresiasi nelangsa Warga.

" Yang sabar yah mudah - mudahan musibah banjir ini cepat kering dan untuk kali Cilemer Kita sudah menginstruksikan pada PUPR Provinsi untuk segera di perbaiki. Ujar Dewi ketika berbaur bersama Masyarakat yang terkena banjir.

" Semoga menjadi Anak yang Soleh dan berguna bagi Agama Negara dan Bangsa. " Harap Dewi saat mengunjungi persalinan seorang Ibu ditengah suasana Banjir. 

Begitupun kepada Anak - anak Sekolah baik yang tertimpa penyangga banner maupun Korban yang nasibnya tidak beruntung terjatuh lalu ditabrak Mobil Siaga Desa . serta kepada keluarga yang tengah berkabung sepeninggal Tokoh Kharismatik dari Ormas BPPKB.

Terlalu Banyak memang untuk di ungkap manuver Srikandi Pandeglang itu atas nama demi dan untuk sosial kemanusiaan. Dan kesemuanya itu tercover pada perjalan Januari Bulan lalu.

(Dhie).