Proyek Revitalisasi SDN Purwaraja 1 Disorot Aktivis: Keselamatan Siswa Terancam dan Kualitas Material Dipertanyakan - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Kamis, 01 Oktober 2026

Proyek Revitalisasi SDN Purwaraja 1 Disorot Aktivis: Keselamatan Siswa Terancam dan Kualitas Material Dipertanyakan

Proyek Revitalisasi SDN Purwaraja 1 Disorot Aktivis: Keselamatan Siswa Terancam dan Kualitas Material Dipertanyakan



PANDEGLANG, 2 Oktober 2026 — Pelaksanaan proyek revitalisasi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Purwaraja 1, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, menuai sorotan tajam dari kalangan aktivis. Pasalnya, proses pembangunan yang berlangsung pada Jumat (2/10/2026) pagi tersebut dinilai mengabaikan standar keselamatan para siswa serta terindikasi menggunakan bahan material yang tidak sesuai spesifikasi.

Sorotan keras disampaikan oleh Avrizal, perwakilan dari Gerakan Aliansi Jaringan Aktivis (GANJA) bersama Jajaran Aktivis Suara Eksistensi Masyarakat Anti Rezim (SEMAR). Dalam keterangannya usai melakukan pemantauan langsung di lokasi, Avrizal mendesak pihak sekolah dan pelaksana proyek untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas siswa di area sekolah.

"Dari hasil pantauan kami di lapangan, bahan bangunan dan alat-alat proyek berserakan di sembarang tempat tanpa penataan yang aman. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan berpotensi memicu kecelakaan bagi siswa-siswi SDN Purwaraja 1 saat beraktivitas di lingkungan sekolah," ujar Avrizal secara tegas.

Diabaikannya K3 dan Material Diduga Substandar

Senada dengan Avrizal, Tubagus Eman yang juga merupakan bagian dari aliansi aktivis mempertanyakan manajemen tata kelola material di area proyek tersebut. Ia menyayangkan ketidakberdayaan pengawasan, baik dari pihak tenaga pendidik maupun pekerja bangunan di lokasi.

"Apakah material dan puing-puing sisa bangunan tidak bisa dilokalisasi pada satu titik yang aman? Ingat, ini menyangkut keselamatan anak-anak sekolah. Ketika jam istirahat, anak-anak kerap bermain atau melintas di area tersebut. Jika terjadi kecelakaan di luar pengawasan guru dan pekerja, ini sangat memprihatinkan," cetus Tubagus Eman.

Tidak hanya masalah keselamatan fisik siswa, Tubagus Eman juga menyoroti aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) para pekerja yang terkesan diabaikan. Selain itu, ia menemukan indikasi adanya pengurangan spesifikasi teknis pada bahan material yang digunakan untuk pembangunan sekolah tersebut.

"Para pekerja jarang sekali menerapkan aturan K3. Yang lebih parah, kami menduga ada indikasi pengurangan spesifikasi material, mulai dari pembesian hingga besi rangka baja. Kami melihat besi kanal yang digunakan untuk langit-langit plafon sangat tipis dan mudah melengkung atau meleyot," paparnya.

Pertanyakan Kesesuaian Anggaran dan RAB

Proyek revitalisasi SDN Purwaraja 1 ini diketahui menelan dana sebesar Rp1.264.411.558 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Besarnya nilai anggaran tersebut dinilai tidak sebanding dengan kualitas material yang ditemukan di lapangan.

Aktivis mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek ini, serta mendesak dinas terkait dan instansi pengawas untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak).

"Dengan anggaran mencapai 1,2 miliar rupiah lebih dari APBN 2026, apakah penggunaan material seperti itu sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB)? Apakah hal ini tidak melanggar aturan yang berlaku? Mengapa tidak menggunakan material yang lebih berkualitas demi keamanan jangka panjang gedung sekolah ini?" pungkas Tubagus Eman mendesak penjelasan dari pihak pelaksana dan dinas terkait.

Sampai berita ini diturunkan, pihak pengelola proyek maupun Kepala Sekolah SDN Purwaraja 1 belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan dan kekhawatiran yang disampaikan oleh para aktivis tersebut. (Red)