Pandeglang - Aset desa berupa 1 (satu) unit kendaraan roda tiga (TOSSA) milik desa talagasari kecamatan Saketi kabupaten Pandeglang -banten,disoal,aset yang di beli menggunakan uang dana desa (DD) tersebut diduga tidak memberikan manfaat untuk masyarakat dan raib dari inventaris desa
Padahal kendaraan TOSSA tersebut merupakan sarana usaha desa danbaset inventaris yang wajib tercatat dalam buku aset desa serta wajib di gunakan untuk kepentingan pelayanan warga
Usut punya usut setelah wartawan mendapatkan informasi unit TOSSA tersebut ternyata berada di salah satu warga berinisial "IS" warga desa sindang hayu
Setelah wartawan nenemui langsung di kediamannya "IS" menerangkan bahwa unit TOSSA sudah tahunan Di rumah saya dan itu juga saya bukan beli atau di gadai kan ke saya,saya hanya memperbaiki dan uang perbaikan saya yang bayar "ungkap "IS" kepada wartawan minggu (21-9-2026)
Dugaan tersebut semakin memperkuat dugaan adanya penyalahgunaan aset desa,bagai mana mungkin aset desa bisa berpindah tangan ke warga desa lain selama bertahun tahun
Menanggapi hal itu Hasan Subandi wakil ketua DPC PPWI Pandeglang menegaskan ini adalah pelanggaran serius
" Ini gila, ko aset desa bertahun tahun nginep di warga desa lain,alasan perbaikan kalau unit TOSSA itu rusak harusnya di perbaiki pakai APBDes dan kembali ke desa "tegas Hasan Subandi wakil ketua DPC PPWI Pandeglang
DPC PPWI Pandeglang mendesak kepala desa segera menjelaskan secara terbuka mekanisme pelepasan TOSSA tersebut kepada warga berinisial "IS"
Camat Saketi dan DPMPD kabupaten Pandeglang segera turun audit aset desa talagasari diaplikasi SIPADES
Inspektorat kabupaten Pandeglang memeriksa dugaan penelantaraan dan penggelapan aset desa dan unit tersebut di beli dari dana desa
" Ini aset negara nilai nya puluhan juta kalau di biarkan kalau di biarkan di tangan orang lain tanpa status yang jelas ini bisa masuk ranah penyalahgunaan wewenang kami minta TOSSA itu segera ditarik kembali ke desa talagasari dan di fungsikan untuk warga " pungkas Hasan Subandi wakil DPC PPWI Pandeglang
Hingga berita ini dipublikasikan kepala desa talagasari belum memberikan keterangan resmi. (Tim)