Pengamat Transportasi Ingatkan Warga Singkawang Pilih Bandara yang Lebih Pasti dan Aman - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Selasa, 25 Agustus 2026

Pengamat Transportasi Ingatkan Warga Singkawang Pilih Bandara yang Lebih Pasti dan Aman

Pengamat Transportasi Ingatkan Warga Singkawang Pilih Bandara yang Lebih Pasti dan Aman
Singkawang , Kalbar |  Hampir beberapa pekan ini, kondisi cuaca yang kurang bersahabat, khususnya kabut asap yang menyebabkan menurunnya jarak pandang, menjadi persoalan yang turut berdampak terhadap kepastian operasional penerbangan di Kota Singkawang.

Pengamat Transportasi Intermoda Kalimantan Barat, Syarif Usmulyani Alqadrie, AH.PNB., SE., SSIT., mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan realistis dalam memilih fasilitas transportasi udara, khususnya saat merencanakan perjalanan dari dan menuju wilayah Kalimantan Barat. Selasa, (25/8).

Hal tersebut disampaikannya sebagai bentuk edukasi publik dalam merespons kondisi operasional Bandara Singkawang yang disebut belum dilengkapi Instrument Landing System (ILS) atau sistem pendaratan instrumen.

Menurut Syarif Usmulyani, ketersediaan fasilitas navigasi dan alat bantu pendaratan sangat penting dalam menunjang operasional penerbangan, terutama ketika kondisi cuaca mengalami penurunan jarak pandang. 

Selain itu, tanpa fasilitas instrumen tertentu, kemampuan operasi penerbangan dapat menjadi lebih bergantung pada kondisi cuaca, prosedur pendekatan yang tersedia, kemampuan pesawat dan awak, serta batas keselamatan yang berlaku.

“Kita semua tahu bahwa cuaca tidak bisa diprediksi kapan akan baik dan kapan akan buruk. Ketika fasilitas alat bantu pendaratan instrumen seperti ILS tidak tersedia, kondisi visibility yang rendah akibat kabut, hujan deras, atau asap dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penundaan maupun pengalihan penerbangan ke bandara lain,” ujarnya.

Usmulyani dalam pernyataan tertulisnya.
Ia menegaskan, dalam dunia penerbangan, keselamatan (safety) merupakan prioritas utama yang tidak boleh ditawar. Namun, selain keselamatan, kepastian perjalanan juga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi masyarakat sebagai pengguna jasa penerbangan.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas pendukung pada kondisi cuaca tertentu berpotensi memengaruhi kepastian jadwal penerbangan. Hal tersebut pada akhirnya dapat berdampak terhadap waktu, biaya, serta agenda perjalanan masyarakat.

Oleh karena itu, sebagai langkah antisipasi dan edukasi publik, Syarif Usmulyani menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan kondisi fasilitas dan kepastian operasional bandara sebelum membeli tiket.

“Jika waktu dan ketepatan jadwal menjadi hal yang sangat krusial, masyarakat sebaiknya mempertimbangkan menggunakan bandara yang memiliki fasilitas navigasi dan pendukung operasional yang lebih lengkap, sehingga risiko gangguan penerbangan akibat kondisi cuaca dapat diminimalkan,” katanya.

Ia mencontohkan Bandara Internasional Supadio di Kubu Raya/Pontianak sebagai salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan masyarakat, khususnya bagi penumpang yang membutuhkan kepastian jadwal dan akses terhadap fasilitas pendukung penerbangan.

“Pilihlah bandara yang memberikan kepastian perjalanan, aman dan nyaman. Penerbangan dengan pendekatan visual maupun instrumen sama-sama dapat dilakukan secara aman selama memenuhi prosedur, batas operasi, dan ketentuan keselamatan. Tetapi ketika cuaca memburuk dan visibility berada di bawah batas yang dipersyaratkan, masyarakat sendiri yang akan merasakan dampaknya melalui penundaan atau pengalihan penerbangan,” jelasnya.

Syarif menambahkan, masyarakat tidak perlu memaksakan penerbangan apabila kondisi cuaca memang tidak memenuhi persyaratan keselamatan. Namun, menurutnya, masyarakat juga berhak mengetahui kemampuan fasilitas masing-masing bandara dalam menghadapi berbagai kondisi cuaca, sehingga dapat mengambil keputusan perjalanan secara lebih rasional.

“Kita harus cerdas melihat risiko ini sebelum membeli tiket. Jangan hanya melihat jarak dan harga tiket, tetapi juga pertimbangkan fasilitas bandara, kondisi operasional, serta kemungkinan terjadinya gangguan penerbangan ketika cuaca tidak bersahabat,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, untuk mengoperasikan bandara jangan pernah coba-coba. Ini menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat, sekaligus menyangkut kedaulatan negara.

Karena itu, seluruh aspek keselamatan, keamanan, fasilitas navigasi, dan standar operasional penerbangan harus benar-benar dipastikan sebelum bandara dioperasikan secara optimal.

Melalui edukasi tersebut, ia berharap masyarakat semakin memahami dinamika teknis penerbangan sipil dan lebih cermat dalam merencanakan perjalanan udara, dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

 ( Tim )