Pandeglang- suararakyat21 com | sejumlah keluarga penerima mangpaaat (KPM) bantuan pangan non tunai (BPNT) dan sembako di desa Sindang hayu kecamatan Saketi kabupaten Pandeglang propinsi Banten mengeluhkan status "desil naik" yang menyebabkan namanya Di coret dari DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial)
Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh salah satu KPM (keluarga penerima maangpaat) yang bernama Sukaesih warga kampung pasar Sodong RT 05/RW 03 desa Sindang hayu -kecamatan Saketi kepada wartawan di kediaman nya
"Desil saya naik terus nama saya di coret dari data DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial) ungkap Sukaesih dengan nada sedih
Ia,juga menceritakan kondisi ekonomi yang semakin sulit "bahkan untuk makan sehari hari saja susah,pagi makan sore tidak keluh nya
Menanggapi keluhan tersebut Hasan Subandi selaku wakil ketua DPC PPWI (persatuan pewarta warga Indonesia) Pandeglang mendesak dinas sosial kabupaten Pandeglang segera verifikasi ulang data
Serta meminta kepada dinas sosial kabupaten Pandeglang membuka kembali usulan sanggah DTKS untuk KPM di desa Sindang hayu jangan sampai yang benar benar membutuhkan malah kelewat karena data tegas Hasan Subandi kepada wartawan
Lebih lanjut Hasan Subandi juga meminta kepada bupati Pandeglang, DPMPD,dan DPRD komisi IV untuk mengadakan sosialisasi kepada KPM yang terdampak "desil naik"namun kebutuhan nya masih ada
Kasihan warga mereka tidak paham sistem padahal bantuan itu sangat mereka butuhkan untuk bertahan hidup pungkas nya
Hingga berita ini di turunkan warga terdampak ada kepastian dan solusi agar gak mereka tidak hilang begitu saja