Pandeglang -Banten | Gelombang protes warga Desa Kertaraharja, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang kini tak bisa lagi dibendung Keluarga Mahasiswa Sobang bersama masyarakat, gerakan ini muncul murni dari keresahan warga. Tanpa ditunggangi kepentingan politik maupun kelompok tertentu.
Selama bertahun-tahun warga membayar Pajak Bumi dan Bangunan sesuai tagihan dari pemerintah desa. Namun kecurigaan berubah jadi kepastian setoran warga tidak sepenuhnya masuk ke kas Pemerintah Kabupaten Pandeglang 08 juli 2026
Lebih parah lagi, jumlah yang dibayarkan warga sering tidak sesuai dengan nominal resmi di Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT).
Ketida cocokan data ini membuat warga geram dan kehilangan kepercayaan. Dugaan mengarah pada oknum di lingkungan Pemerintah Desa Kertaraharja yang diduga menahan setoran pajak dan tidak menyetorkannya sebagaimana mestinya.
Yusuf Maulana, Ketua Keluarga Mahasiswa Sobang menegaskan:
Kami bergerak semata-mata demi warga Desa Kertaraharja dan demi kemajuan desa ke depan. Tidak ada unsur politik, tidak ada kepentingan pribadi atau kelompok. Ini murni suara dari bawah.
Kami hanya minta keadilan: ke mana perginya uang pajak kami selama ini? Mengapa yang kami bayar tidak sesuai SPPT? Kami minta pertanggungjawaban yang jelas dan terbuka.”
Saat ini warga terus menggalang kekuatan untuk menuntut transparansi administrasi dan audit keuangan desa.
Harapannya, kasus ini jadi langkah awal agar pengelolaan keuangan desa kembali bersih, teratur, dan benar-benar bermanfaat untuk kemajuan Desa Kertaraharja.
(Munjin)