KONAWE | Kualitas dan kuantitas mutu pekerjaan konstruksi bergantung pada teori perencanaan, pelaksanaan dan keahlian yang dimiliki seseorang yang membidanginya. Sama halnya dengan proyek konstruksi Talud Penahan Tanah/Tebing di Kecamatan Anggalomoare, Kabupaten Konawe, kembali menuai sorotan.
Bagaimana tidak, proyek tersebut belum lama usai dikerjakan kini ambruk parah. Dari hasil investigasi lapangan yang dilakukan redaksi media ini, bahwa terdapat dugaan cacat mutu, baik kualitas maupun kuantitas.
Namun sangat disayangkan, Jawabaan Kepala Bidang BPBD Konawe saat dikonfirmasi melalu via telefon whatsappnya membuka fakta yang sebenarnya, ia mengatakan bahwa pekerjaan tersebut telah sesuai dengan perencenaan awal yang dilakukan dengan metode "Kearifan Lokal".
Faktanya, hasil dari Pekerjaan Talud Penahan Tanah/Tebing yang menggunakan metode "Kearifan Lokal" ini mengalami kerusakan parah arau Ambruk, apalagi pekerjaan tersebut berada pada titik ketinggian.
Kondisi dilapangan, terlihat kuku talud yang diduga tidak tertanam, dan hanya berdiri diatas pasangan lama. Selain itu, juga ditemukan jarak behel pembesian yang diduga tidak sesuai spesifikasi konstruksi yang sebenarnya.
Dampak kerusakan itu, mengancam keselamatan siswa maupun bangunan gedung rumah sekolah. Sebab, pekerjaan ambruk tersebut tepat berada dibelakang rumah sekolah.
Sebagai informasi, Proyek tersebut telah dianggarkan sebesar Rp800 juta lebih yang bersumber dari APBN Hibah BPBD Konawe, Tahun Anggaran 2024.
Oleh karena itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diminta untuk memeriksa dan/atau mengaudit khusus BPBD Kabupaten Konawe secara menyeluruh demi kebenaran dan keselamatan keuangan negara.
(Tim)