‎Proyek Pengerjaan Jalan Raya Nasional Cikeusik Cibaliung Di Duga Langgar Aturan : Memakan Korban Seorang pengendara motor - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Kamis, 07 Mei 2026

‎Proyek Pengerjaan Jalan Raya Nasional Cikeusik Cibaliung Di Duga Langgar Aturan : Memakan Korban Seorang pengendara motor

‎Proyek Pengerjaan Jalan Raya Nasional Cikeusik Cibaliung  Di Duga Langgar Aturan : Memakan Korban Seorang pengendara motor 
‎pandeglang -Banten| peroyek pengerjaan jalan raya cikeusik cibaliung Kurangnya penerangan serta minimnya rambu lalu lintas pada proyek pekerjaan jalan yang di duga langgar aturan lalai terhadap keselamatan pengendara yang melintas di lokasi kampung Kesur desa Nanggala kecamatan Cikeusik kabupaten Pandeglang -Banten  menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Seorang pengendara motor menjadi korban saat melintas di lokasi proyek pada malam hari, nampak jelas matrial peroyek berjejer dan menumpuk di badan jalan sehingga mengganggu pengendara yang melintas,  apa lagi peroyek ini setatus jalan nya jalan nasional jelas harus mementingkan keselamatan pengendara yang melintas 07-05-2026
‎salah satu pengendara motor DS menjadi korban saat di mintai keterangan awak media memaparkan Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari saat saya
‎melintas, hampir menabrak tumpukan batu proyek karena kondisi jalan gelap dan tidak adanya tanda peringatan yang memadai. Beruntung saya dapat mengendalikan motor sehingga tida menabrak batu matrial peroyek tetapi saya hilang kendali dan tetap jatuh dan terguling dengan kendaraan saya ucapnya "
‎masih lanjut korban DS saya berharap kepada pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait segera melakukan evaluasi dan melengkapi standar keselamatan kerja, seperti pemasangan lampu penerangan, rambu-rambu, dan pengamanan area proyek guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. terangnya"
‎soni selaku pelaksana peroyek saat di mintai keterangan melalui pesan WhatsApp terkait minim nya penerangan di malam hari dan rambu rambu menjawab' Segera kami lengkapi pak ujarnya "
(Red)