Pandeglang - Banten | Pihak SDN Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, memberikan hak jawab dan klarifikasi resmi terkait sorotan salah satu media online mengenai dugaan tidak dialokasikannya Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.
Kepala SDN Pasirloa, H. Arbin, menegaskan bahwa pihak sekolah tetap merealisasikan penggunaan Dana BOS untuk kebutuhan sarana dan prasarana sesuai ketentuan dan kemampuan anggaran yang tersedia. Namun, kondisi bangunan sekolah yang sudah mengalami kerusakan cukup berat dinilai membutuhkan penanganan revitalisasi atau rehabilitasi total, bukan sekadar pemeliharaan ringan.
“Bukan berarti kami tidak merealisasikan Dana BOS untuk sarana dan prasarana. Namun kondisi bangunan sekolah memang sudah mengalami kerusakan yang cukup berat sehingga membutuhkan penanganan revitalisasi, bukan sekadar pemeliharaan ringan,” ujar pihak sekolah kepada awak media.
Menurutnya, penggunaan Dana BOS memiliki aturan dan mekanisme yang harus disesuaikan dengan kebutuhan serta skala prioritas sekolah. Dalam kondisi bangunan yang sudah tua dan mengalami kerusakan signifikan, pemeliharaan ringan dinilai tidak akan mampu memberikan hasil maksimal.
Kepala sekolah juga menjelaskan bahwa SDN Pasirloa saat ini telah masuk dalam daftar usulan revitalisasi. Oleh sebab itu, pihak sekolah berharap pemerintah dapat segera merealisasikan program rehabilitasi menyeluruh agar kondisi bangunan kembali layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Sekolah kami sudah masuk daftar revitalisasi. Dana BOS untuk sarana prasarana jumlahnya terbatas dan tidak mungkin mampu melakukan rehab besar. Adapun sekolah terlihat kurang terawat karena memang bangunan sudah lama. Namun setiap tahun anggaran sarana prasarana tetap kami realisasikan sesuai kemampuan,” lanjutnya.
Pihak sekolah menambahkan bahwa selama ini pengelolaan Dana BOS tetap dilakukan berdasarkan petunjuk teknis yang berlaku, mencakup kebutuhan operasional pendidikan, kegiatan belajar mengajar, administrasi sekolah, hingga kebutuhan siswa dan program penunjang lainnya.
Kondisi SDN Pasirloa sendiri telah lama menjadi perhatian karena beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan cukup signifikan. Karena itu, sekolah berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait agar program revitalisasi segera direalisasikan demi terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi siswa.
Selain memberikan klarifikasi, pihak sekolah juga menegaskan komitmennya untuk tetap transparan dan terbuka terhadap pengawasan publik demi terciptanya tata kelola pendidikan yang baik dan akuntabel.
Hingga berita ini diterbitkan, kegiatan belajar mengajar di SDN Pasirloa masih berjalan normal meski sejumlah sarana dan prasarana membutuhkan perhatian serta penanganan lebih lanjut dari pemerintah melalui program rehabilitasi sekolah.
(Tim/Red)