Diduga Alergi Wartawan, Sikap Korwil Cibitung Lili Somantri, S.Pd. Jadi Sorotan - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Senin, 11 Mei 2026

Diduga Alergi Wartawan, Sikap Korwil Cibitung Lili Somantri, S.Pd. Jadi Sorotan

Diduga Alergi Wartawan, Sikap Korwil Cibitung Lili Somantri, S.Pd. Jadi Sorotan
Pandeglang— Sikap Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan kecamatan Cibitung, kabupaten pandeglang Banten Lili Somantri, S.Pd., menuai sorotan dan kekecewaan dari kalangan insan pers.

 Pasalnya, saat sejumlah wartawan mendatangi kantor Korwil Cibitung untuk melakukan konfirmasi dan menjalankan tugas jurnalistik, yang bersangkutan 

diduga justru menghindar dan enggan menemui awak media.
Peristiwa tersebut terjadi ketika wartawan datang secara baik-baik ke kantor Korwil kecamatan, Cibitung dengan tujuan meminta klarifikasi serta menggali informasi terkait berbagai persoalan pendidikan yang menjadi perhatian publik. Namun sangat disayangkan, 

kedatangan wartawan tidak mendapat sambutan yang baik, dari seorang pejabat publik.

Menurut keterangan yang dihimpun di lapangan, Lili Somantri, S.Pd., diduga mengetahui adanya kehadiran wartawan di kantor tersebut. Akan tetapi, alih-alih tidak memberikan ruang komunikasi atau menemui awak media, ia justru terkesan pura-pura sibuk  

akhirnya meninggalkan kantor.
Sikap tersebut memunculkan potret buruk dan penilaian negatif dari berbagai pihak. Sebab, sebagai pejabat yang berada di lingkungan pendidikan dan pelayanan publik, seorang Korwil seharusnya memberikan contoh yang baik dan mampu menjalin komunikasi yang terbuka, profesional, dan menghargai kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang.

Insan pers memiliki tugas dan fungsi kontrol sosial sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Wartawan bekerja untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara berimbang dan profesional. Oleh karena itu,

 tindakan menghindari wartawan dinilai sebagai bentuk sikap yang tidak mencerminkan prilaku yang baik, 

keterbukaan informasi publik.
“Kalau memang tidak ada yang harus ditutupi, seharusnya pejabat publik tidak perlu takut atau menghindar dari wartawan. Kehadiran wartawan itu bagian dari kontrol sosial dan penyampaian informasi kepada masyarakat,” ujar salah seorang awak media yang berada di lokasi.
Perilaku tersebut juga dinilai bertolak belakang dengan etika pelayanan publik yang seharusnya dijunjung tinggi oleh aparatur pendidikan. Sebagai pejabat yang berada di garis koordinasi dunia pendidikan, Lili Somantri, S.Pd., diharapkan mampu memberikan contoh sikap yang humanis, komunikatif, dan transparan.
Banyak pihak menyayangkan dugaan perilaku anti kritik dan anti media tersebut. Terlebih lagi, hubungan antara institusi pendidikan dan media seharusnya dapat berjalan harmonis 

demi menciptakan keterbukaan informasi kepada masyarakat luas.
Sikap tertutup terhadap wartawan justru dapat memunculkan berbagai asumsi di tengah masyarakat. Publik pun mempertanyakan alasan di balik keengganan pihak Korwil menemui wartawan yang datang secara resmi dan sopan.
Dalam konteks demokrasi, pers merupakan pilar penting yang memiliki peran besar dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas 

pejabat publik. Karena itu, sudah semestinya setiap pejabat maupun aparatur pemerintah menghormati tugas jurnalistik, bukan malah menghindar atau meninggalkan kantor 

saat hendak dikonfirmasi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Korwil Cibitung maupun Lili Somantri, S.Pd., belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait sikap yang dinilai kurang koperatif terhadap wartawan tersebut.
Masyarakat berharap ke depan ada perbaikan sikap dan komunikasi dari pihak Korwil Cibitung agar hubungan antara lembaga pendidikan dan media dapat berjalan lebih baik, profesional, dan saling menghargai sesuai dengan prinsip keterbukaan informasi publik.

(Jajang/Tim)