Pandeglang Banten | Sebuah benda yang pernah difungsikan sebagai alat ukur atau alat uap atau gas terbuat dari logam berkualitas tinggi campuran dari bahan Baja tuang dan tahan karat (Cast Steel), serta Besi Cor, diprediksi sudah Puluhan Tahun terbiarkan menggeletak di depan bangunan yaitu Bangunan yang dahulu berfungsi sebagai Stasiun Kereta Api. Benda sebagai sarana mobilisasi dan transportasi Kereta Api.
Benda tersebut bertuliskan Bopp & Reuther Mannheim, nama itu diambil dari Orang yang membuatnya yaitu Bopp dan Reuther adapun kalimat Mannheim adalah sebuah nama Kota yang terletak di barat daya Jerman.
Pada Tahun 18 Juni 1906 Bopp & Reuther mulai difungsikan oleh Stasiun Kereta Api jurusan Labuan - Lebak Rangkasbitung. Stasiun yang berlokasi di Desa Labuan Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, oleh salah satu perusahaan perkereta apian Hindia Belanda bernama Staatssoporwegen kemudian diambil alih oleh Djawatan Kereta Api Republik Indonesia pada Tahun 1945 dan pada masa orde baru Tahun 1984 Stasiun Kereta Api berhenti beroperasi hingga sekarang ini.
Benda bermerek Bopp & Reuther begitu mudah dijumpai dan dilihat setiap hari, lantaran posisinya persis menggeletak di halaman eks stasiun Kereta Api, hanya saja tidak satupun yang merasa peduli atau mungkin merasa khawatir terbebani resiko tak terduga, pada akhirnya terbiarkan ditumbuhi rerumputan liar.
Pertanyaannya, apakah Perusahaan yang bersangkutan memang sengaja membiarkan jejak sebagai bukti bahwa dilokasi itu pernah berdiri Stasiun Kereta Api jurusan Labuan - Lebak Rangkasbitung sekaligus sebagai saksi bisu ?! ataukah benda yang berkategori bagian dari cagar budaya lalu di abadikan oleh Dinas tertentu ? . Allahu A'lam.
Bahan : Berdasarkan beberapa sumber disadur oleh jurnalis suararakyat 21.com (Dhie)