Pandeglang, Banten - 1 Maret 2026
Para petani kecil di Desa Patia, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang mengeluhkan harga pupuk subsidi yang dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kondisi ini membuat beban biaya produksi bertambah dan mengganggu aktivitas pertanian mereka.
Menurut salah satu petani, pupuk urea subsidi yang seharusnya dibanderol HET Rp 185 ribu per kuintal (dua karung) justru dibelinya dengan harga Rp 240 ribu. Tak hanya itu, para petani bahkan harus mengantri lama dan terkadang harus melakukan tanda tangan atau menunda uang terlebih dahulu sebelum dapat memperoleh pupuk subsidi tersebut.
"Kita sudah menunggu lama untuk mendapatkan pupuk subsidi, tapi ternyata harganya tidak sesuai dengan yang diumumkan pemerintah (jauh melebihi HET)," ucapnya dengan nada kecewa.
Sementara itu, pemilik kios pupuk subsidi di Desa Patia, Rusmani, hingga berita ini dipublikasikan belum dapat dihubungi guna meminta keterangan dan tanggapan terkait keluhan para petani.(Tim PPWI)