PANDEGLANG- BANTEN | 17 Oktober 2026.
Setiap musim kemarau tiba, warga Kampung Cikeusik Kaler, Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, harus kembali berjuang mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menyusutnya debit air sungai serta kondisi air yang keruh dan kurang layak digunakan membuat masyarakat menghadapi persoalan yang terus berulang setiap tahun.
Di tengah keterbatasan tersebut, warga terpaksa menggunakan sumber mata air sungai yang tersisa karena tidak lagi memiliki sumber air alternatif yang memadai. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Sejumlah warga bahkan dilaporkan mengalami penyakit kulit setelah menggunakan air tersebut.
Beban masyarakat semakin terasa ketika mereka harus mengeluarkan biaya untuk membeli air minum isi ulang dengan harga sekitar Rp5.000 per galon. Bagi warga yang kondisi ekonominya terbatas, pengeluaran tersebut menjadi beban tambahan di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat.
Selama ini, masyarakat hanya dapat mengandalkan bantuan air bersih dari berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi mereka.
Namun, pada Sabtu, 17 Oktober 2026, secercah harapan mulai hadir bagi warga Cikeusik Kaler. LAZNAS Rumah Yatim berkolaborasi dengan Baladika Peduli menghadirkan program pengeboran air bersih yang dilanjutkan dengan pembangunan sarana penampungan dan penyaluran air untuk kepentingan umum masyarakat.
Harapan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan sarana toronisasi yang dilaksanakan oleh Kapten Inf Purgiarto, Danramil 0116/Cikeusik, Kodim 0601/Pandeglang, bersama relawan Rumah Yatim, H. Rohid Saputra.
Kapten Inf Purgiarto menjelaskan bahwa proses pengeboran air bersih telah dilaksanakan pada 16 Oktober 2026. Alhamdulillah, hasil awal pengeboran menunjukkan debit air yang diharapkan dapat mencukupi kebutuhan warga Kampung Cikeusik Kaler.
Ia berharap pembangunan sarana air bersih tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya ketika menghadapi musim kemarau.
“Alhamdulillah, pengeboran air bersih sudah dilaksanakan pada 16 Oktober 2026. Insyaallah, debit airnya dapat mencukupi kebutuhan warga Kampung Cikeusik Kaler. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat dan menjadi solusi bagi masyarakat setiap menghadapi musim kemarau,” ungkapnya.
Danramil juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Baladika Peduli serta LAZNAS Rumah Yatim yang telah berkolaborasi untuk memenuhi harapan masyarakat dalam mendapatkan sumber air bersih yang layak.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah peduli dan berkontribusi. Semoga setiap kebaikan dan sedekah yang diberikan dibalas oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan pahala dan keberkahan,” tambahnya.
Sementara itu, H. Rohid Saputra selaku relawan Rumah Yatim menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terjalinnya kolaborasi antara LAZNAS Rumah Yatim dan Baladika Peduli.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian bersama untuk menghadirkan solusi atas kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih.
“Kami dari Rumah Yatim merasa bangga dapat dipercaya oleh Baladika Peduli, yang memiliki keterkaitan dengan keluarga besar Kopassus, untuk bersama-sama menghadirkan harapan bagi masyarakat Kampung Cikeusik Kaler agar mendapatkan sumber mata air yang layak,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama yang dilandasi semangat kemanusiaan tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat terus berlanjut dan menjangkau masyarakat lain yang membutuhkan.
“Semoga kolaborasi ini terus berlanjut. Kami percaya bahwa ketika kepedulian dipertemukan dengan aksi nyata, akan semakin banyak masyarakat yang terbantu. Terima kasih kepada seluruh pihak dan para donatur yang telah mengambil bagian dalam ikhtiar kebaikan ini,” tambahnya.
Kehadiran sarana air bersih tersebut disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat. Sabda, salah seorang warga Kampung Cikeusik Kaler, menyampaikan terima kasih kepada LAZNAS Rumah Yatim dan Baladika Peduli yang telah membantu menjawab kebutuhan warga.
Menurutnya, persoalan air bersih merupakan masalah yang selalu dirasakan masyarakat setiap musim kemarau. Karena itu, hadirnya fasilitas tersebut menjadi harapan baru bagi warga untuk memperoleh air yang lebih layak tanpa terus-menerus bergantung pada sumber air sungai yang kondisinya semakin memprihatinkan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Rumah Yatim, Baladika Peduli, serta semua pihak yang telah membantu. Selama ini, setiap musim kemarau kami selalu kesulitan mendapatkan air bersih. Insyaallah, dengan adanya bantuan ini, semoga kami tidak lagi mengalami kesulitan seperti sebelumnya,” tutur Sabda.
Ia berharap sarana air bersih tersebut dapat segera dimanfaatkan bersama dan dijaga dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat, terutama ketika kemarau kembali melanda,"pungkasnya"
( Eri / Red)