SERANG- BANTEN | Derita seorang warga Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang Sulastri belum juga mendapat perhatian dari pemerintah. Sudah bertahun-tahun menderita sakit menahun, ia dan keluarga hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Ironisnya, rumah Sulastri berada tepat di depan rumah Ketua RT dan bertetangga dengan anggota BPD Desa Sindangheula. Namun hingga September 2026, ia belum pernah menerima bantuan sosial apapun.
Suami Sulastri sehari-hari bekerja sebagai tukang becak dengan penghasilan tidak menentu. Penghasilan dari becak jangan kan buat berobat, buat makan saja hanya cukup seadanya.
"Padahal pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk warga miskin. Tapi sampai saat ini manfaat program bantuan dari pemerintah belum kami rasakan," ujar keluarga Sulastri saat ditemui, Selasa 2 September 2026.
Keluarga berharap Sulastri bisa terdaftar sebagai penerima bantuan PKH, BPNT, dan PBI Kesehatan. Bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk meringankan beban pengobatan dan kebutuhan pokok.
Dengan adanya pemberitaan ini, keluarga Sulastri berharap dapat menggugah kesadaran pemerintah terkait, terutama Pemerintah Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, dan Dinas Sosial Kabupaten Serang agar segera melakukan pendataan dan memperjuangkan hak Sulastri untuk mendapatkan bantuan sosial yang tepat sasaran.
"Bantuan sosial sangat kami harapkan. Kami mohon pemerintah desa bisa membantu mengusulkan," pungkasnya.
Diharapkan dengan adanya kasus ini, pemerintah dapat meningkatkan pelayanan kerja dan peka terhadap masyarakat yang perlu dibantu agar tidak ada lagi warga miskin yang terlewat dari program bantuan sosial.
Semoga dari pihak desa dan para pendamng PKH/PBI segera turun meninjau untuk memverifikasi data ibu Sulastri
Hingga berita ini diturunkan, pihak Desa Sindangheula belum memberikan keterangan resmi terkait status Sulastri dalam DTKS.
(Hidayat)