SDN Langensari 2 Tolak Material Revitalisasi, Diduga Tak Sesuai SNI — Wakil Ketua PPWI Pandeglang Angkat Bicara - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Jumat, 04 September 2026

SDN Langensari 2 Tolak Material Revitalisasi, Diduga Tak Sesuai SNI — Wakil Ketua PPWI Pandeglang Angkat Bicara

SDN Langensari 2 Tolak Material Revitalisasi, Diduga Tak Sesuai SNI — Wakil Ketua PPWI Pandeglang Angkat Bicara


‎ 
‎PANDEGLANG — Pelaksanaan proyek revitalisasi di SDN Langensari 2, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuai sorotan setelah pihak sekolah diduga menolak material yang dikirim untuk pembangunan. Penolakan tersebut diduga kuat karena kualitas material yang dinilai tidak memenuhi standar mutu Standar Nasional Indonesia (SNI).
‎ 
‎Wakil Ketua DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Pandeglang, Hasan Subandi, menyoroti dugaan ketidakpatuhan tersebut dan meminta pihak terkait untuk segera melakukan pengecekan menyeluruh.
‎ 
‎"Kami mendapat informasi bahwa material yang dikirim ke lokasi proyek revitalisasi SDN Langensari 2 ditolak oleh pihak sekolah karena dinilai tidak bermutu dan tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Ini hal yang sangat disayangkan dan harus segera ditindaklanjuti," tegas Hasan Subandi.
‎ 
‎Hasan menegaskan, pembangunan sarana pendidikan harus mengutamakan kualitas dan keamanan bagi seluruh warga sekolah. Penggunaan material yang tidak memenuhi standar dikhawatirkan tidak hanya menurunkan kualitas bangunan, tetapi juga membahayakan keselamatan siswa dan guru di masa mendatang.
‎ 
‎"Bagaimana kita bisa menjamin keamanan anak-anak jika bahan bangunannya saja tidak memenuhi standar SNI? Proyek ini bukan sekadar soal selesai atau tidak, melainkan soal kualitas, ketahanan, dan keselamatan jangka panjang," tambahnya.
‎ 
‎PPWI Pandeglang mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, serta pihak pengawas proyek untuk segera turun ke lokasi, melakukan verifikasi terhadap seluruh material yang digunakan, dan memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.
‎ 
‎"Jangan sampai anggaran yang besar habis, namun hasilnya di bawah standar dan membahayakan. Kami akan terus mengawal proyek ini sampai benar-benar transparan dan berkualitas," pungkas Hasan Subandi.
‎ 
‎Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang terkait penolakan material tersebut. Tim media akan terus mengawal perkembangan kasus ini. (Tim/Red)
‎ 
‎ 
‎