Proyek Jalan Rp4,75 Miliar di Pandeglang Diduga Gagal Konstruksi, Pekerja Mengaku Jarang Pakai Pemadat Cor - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Jumat, 18 September 2026

Proyek Jalan Rp4,75 Miliar di Pandeglang Diduga Gagal Konstruksi, Pekerja Mengaku Jarang Pakai Pemadat Cor

Proyek Jalan Rp4,75 Miliar di Pandeglang Diduga Gagal Konstruksi, Pekerja Mengaku Jarang Pakai Pemadat Cor



PANDEGLANG — Pembangunan jalan Poros Desa Kertasana–Senangsari di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, senilai Rp4,75 miliar terancam gagal konstruksi. Proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten ini disinyalir kuat mengabaikan standar teknis kerja. Proyek bernomor kontrak 600.1.8/096/SPK/PKRJ-PDKSP/BBM/DPUPR/2026 tersebut digarap oleh CV Salam Mahaka Karya dengan pengawasan dari PT Parindo Raya Engineering.

Berdasarkan investigasi di lapangan pada tiga segmen pekerjaan, kualitas fisik bangunan terlihat amat memprihatinkan. Pasalnya Proyek bernomor kontrak 600.1.8/096/SPK/PKRJ-PDKSP/BBM/DPUPR/2026 tersebut digarap oleh CV Salam Mahaka Karya dengan pengawasan dari PT Parindo Raya Engineering itu diduga memiliki struktur Beton Tidak Seragam, Ketebalan cor beton ditemukan tidak merata dan mengalami selisih signifikan di beberapa titik.

Besi Tulangan Mencuat, Besi penyangga struktur menyembul keluar di pinggiran badan jalan tanpa tertutup beton (concrete cover) yang memadai. Tak hanya itu, tongga dan Potensi Ambles pada Pinggiran konstruksi jalan tidak terisi material secara padat, sehingga diduga meninggalkan rongga-rongga rawan ambles. Kemudian saat ini terjadi keretakan dengan berbagai panjang dan celah kerusakan menyebar di berbagai titik sepanjang lintasan jalan yang baru selesai tersebut.

Dugaan gagal kontruksi ini diperkuat oleh pengakuan salah seorang pekerja di lokasi. Selain mengabaikan Alat Pelindung Diri (APD) K3, pekerja mengungkapkan bahwa penggunaan alat pemadat beton (concrete vibrator) sangat minim selama proses pengecoran.

"Selama bekerja, alat getar cor jarang kami gunakan. Mungkin itu yang menyebabkan besi menonjol hingga terjadi keretakan," ungkap pekerja yang enggan disebutkan namanya.

Bantahan Konsultan dan Bungkamnya Pelaksana
Saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Dadan selaku pengawas dari PT Parindo Raya Engineering bergeming bahwa pekerjaan telah sesuai prosedur teknis.

"Untuk beton sudah sesuai dengan jenis f'c 20 MPa, dengan hasil uji tekan 28 HK  di atas rata-rata," kilahnya singkat.

Sebaliknya, kontraktor pelaksana dari CV Salam Mahaka Karya memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diterbitkan. Redaksi akan terus mengawal dan mengonfirmasi pihak-pihak terkait hingga terdapat pertanggungjawaban fisik yang sesuai dengan regulasi dan spesifikasi kontrak. (iwan s)