PANDEGLANG — Sorotan tajam menyelimuti pelaksanaan proyek Revitalisasi SMKS Banten Raya Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp 786.460.000,- ini diduga kuat menggunakan material pasir laut dalam proses pembangunannya, padahal proyek ini resmi didampingi oleh Kodim 0601/Pandeglang. 04/09/2026
Proyek yang dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan target penyelesaian 120 hari kerja tersebut kini dipertanyakan kualitasnya. Pasir laut yang diketahui mengandung kadar garam tinggi sangat tidak dianjurkan untuk bahan bangunan struktur, karena dapat menyebabkan korosi pada besi tulangan, merusak struktur beton, dan memperpendek usia bangunan secara drastis.
Bebepa kelompok Masyarakat mempertanyakan bagaimana hal ini bisa terjadi, padahal proyek revitalisasi tersebut didampingi langsung oleh Kodim 0601/Pandeglang. Kehadiran pendampingan dari pihak TNI semestinya menjamin pengawasan ketat, transparansi, serta penggunaan material yang sesuai standar dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
"Anggaran hampir Rp800 juta itu bukan uang sedikit. Dan ada pendampingan dari Kodim pula, seharusnya kualitas material terjamin. Tapi kok malah diduga pakai pasir laut? Ini sangat merugikan negara dan membahayakan keselamatan anak-anak didik," ujar salah satu warga yang memantau langsung proyek tersebut.
Penggunaan pasir laut bertentangan dengan prinsip pembangunan yang berkualitas, terlebih gedung sekolah adalah fasilitas umum yang harus kokoh dan aman dalam jangka panjang. Masyarakat mendesak pihak pendamping Kodim 0601/Pandeglang serta Dinas terkait untuk segera melakukan pengecekan menyeluruh di lokasi proyek.
"Kami harap pihak berwenang segera turun ke lapangan, periksa material yang digunakan. Jika benar pakai pasir laut, harus segera diganti dan diperbaiki sesuai spesifikasi," tambah warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak P2SP maupun pihak terkait dugaan penggunaan material yang tidak sesuai standar tersebut. Tim media akan terus mengawal perkembangan proyek ini hingga tuntas dan transparan. (tim/Red)