Warga Kecewa, Beli Pertalite untuk Kebutuhan Kebun di SPBU Picung Diabaikan, Pihak SPBU Lebih Utamakan Pengecer - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Jumat, 21 Agustus 2026

Warga Kecewa, Beli Pertalite untuk Kebutuhan Kebun di SPBU Picung Diabaikan, Pihak SPBU Lebih Utamakan Pengecer

Warga Kecewa, Beli Pertalite untuk Kebutuhan Kebun di SPBU Picung Diabaikan, Pihak SPBU Lebih Utamakan Pengecer


 
PANDEGLANG – Warga Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, menyampaikan kekecewaan mendalam terkait pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Picung, Kecamatan Picung. Warga menilai pembelian Pertalite untuk kebutuhan pertanian justru diabaikan, sementara pihak pengecer yang membawa jeriken lebih diprioritaskan.
 
Salah satu warga Kecamatan Sindangresmi yang enggan disebutkan namanya mengaku keberatan atas perlakuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa dirinya membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk keperluan kebun dan kegiatan bertani, namun kesulitan mendapatkannya karena lebih diprioritaskan kepada para pengecer yang membawa jeriken dalam jumlah banyak.
 
"Saya membeli untuk kebutuhan kebun, untuk kepentingan bertani, justru diabaikan. Sementara para pengecer yang membawa jeriken banyak, mereka lebih diprioritaskan," ungkap warga tersebut saat ditemui awak media, Kamis (21/8/2026).
 
Warga pun mempertanyakan standar pelayanan di SPBU tersebut. "Apa saya harus bawa senso, mesin rumput dan alat pertanian ke SPBU agar mereka percaya bahwa kami membeli untuk kebutuhan bertani, bukan untuk diperjualbelikan?" tanyanya dengan nada kecewa.
 
Kondisi ini dinilai merugikan para petani yang memang membutuhkan BBM untuk kegiatan produktif di ladang dan kebun. Warga berharap pihak manajemen SPBU maupun pihak berwenang segera meninjau kembali aturan dan pelayanan penjualan BBM agar lebih adil, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan untuk keperluan usaha dan pertanian, bukan untuk dijual kembali.
 
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola SPBU Picung terkait keluhan warga tersebut. (tim/red)