PANDEGLANG-BANTEN | Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan SDN Cikayas 1, Desa Cikayas, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, TA 2026 disorot Wakil Ketua DPC PPWI Pandeglang.
Kekhawatiran muncul setelah tim PPWI menemukan dugaan penggunaan material tidak sesuai spesifikasi di lokasi proyek.
Saat pemantauan ke lokasi, Rabu (20/8/2026), tim mendapati sejumlah pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, sepatu boots, dan sarung tangan.
“Ini jelas melanggar standar K3. Keselamatan pekerja harus jadi prioritas, apalagi ini proyek pemerintah,” ujar Hasan Subandi, Wakil Ketua DPC PPWI Pandeglang, Kamis (21/8/2026).
Selain itu, sistem upah borongan juga ditemukan. Salah satu pekerja berinisial U mengaku menerima upah borongan Rp25 juta sampai pekerjaan selesai.
“Saya borongan Rp25 juta Pak, sampai selesai,” ungkapnya.
Yang paling disorot adalah kualitas material. Berdasarkan pantauan, material seperti holo/reng galvalum dan batu bata diduga tidak sesuai spek. Dari video dokumentasi, holo yang digunakan terlihat tipis.
*“Kami khawatir jika material tidak sesuai spek, ini akan mengurangi kekuatan bangunan. Bangunan sekolah rawan ambruk dan membahayakan keselamatan anak-anak,”* tegas Hasan.
Ia mendesak seluruh media, LSM, ormas, aktivis, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal proyek tersebut agar tidak ada penyimpangan.
“Hasilnya harus benar-benar layak untuk anak-anak kita. Jangan sampai dana negara habis tapi hasilnya asal jadi,” lanjutnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun kontraktor pelaksana belum dapat dikonfirmasi.
( Tim Red )