285 Hektar Sawah di Desa Surianeun Patia Tidak Berproduktif - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Rabu, 19 Agustus 2026

285 Hektar Sawah di Desa Surianeun Patia Tidak Berproduktif

285 Hektar Sawah di Desa Surianeun Patia Tidak Berproduktif.
Pandeglang Banten | Musim kemarau berkepanjangan berdampak pada pertumbuhan tanaman pangan utamanya adalah Padi. Lahan pesawahan yang terhampar seluas 285 Hektar milik Petani di Desa Surianeun Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang dalam kondisi kerontang beralaskan rerumputan terlihat mengering. Sayangnya dalam kondisi seperti itu Petani tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan terkesan skeptis berinovasi terutama disektor tumpang sari.

" Sebenarnya bisa saja lahan Pesawahan itu diairi dengan cara melalui pipa atau paralon dari anak sungai, akan tetapi rasanya asin hal itu tidak menutup kemungkinan terkontaminasinya dengan kandungan Air Laut atau bisa juga dampak dari musim Kemarau. Sehingga kalaupun Kita memaksakan diri melakukan persemaian benih Padi maka otomatis benih itu tidak akan tumbuh." Demikian diutarakan Ketua Kelompok Tani setempat Hapid saat dikonfirmasi Wartawan Rabu (19/8/26)

Akan tetapi lanjut Hapid. Dalam kondisi lahan seperti itu bukan berarti Petani harus berhenti beraktivitas, melainkan terus berupaya mencari cara, menggali metodik memanfaatkan situasi dan kondisi musim, dalam arti bukan menyerah pada keadaan tetapi bagaimana caranya memanfaatkan keadaan.

" Pengalaman Saya Tahun lalu. Ketika musim Kemarau melihat permukaan Tanah mengalami keretakan dibeberapa sudut. Saya berkeyakinan sumber Mata Air masih ada didalamnya kemudian Saya bereksperimen dengan cara terlebih dahulu menanam biji Tomat pada polybag setelah itu Saya tuangkan pada bagian - bagian Tanah yang terlihat retak. Hasilnya luar biasa selain tumbuh subur juga sebagian hasil panen tomat itu bisa dijual." Terang Hapid.

Menyoal musim Kemarau Kepala Desa Surianeun M Rijali Assukron S.Kom selain terus berupaya mencari solusi demi dan untuk kebutuhan Warganya terhadap Air bersih, juga melakukan kontak dengan pihak - pihak institusi yang bergerak disektor penanggulangan situasi dan kondisi Alam.

 " Untuk bantuan Air Bersih, beberapa hari lalu Alhamdulillah sebagian Warga Kami sudah mendapatkan dari Institusi terkait. Dan mudah - mudahan bentuk - bentuk kepedulian itu terus berkesinambungan. Sebab apa ? Air adalah kebutuhan yang cukup urgent untuk keperluan sehari-hari." Harapnya.

(Dhie).