Simulasi Bencana Tsunami di Kecamatan Labuan Simulasi untuk siapa ?. - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Rabu, 29 Juli 2026

Simulasi Bencana Tsunami di Kecamatan Labuan Simulasi untuk siapa ?.

Simulasi Bencana Tsunami di Kecamatan Labuan Simulasi untuk siapa ?.
Pandeglang Banten | Acara Simulasi saat menghadapi bencana terjadinya pasang Air laut kedaratan (Tsunami dalam bahasa Jepang.Red) digelar di Desa Cigondang Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. acara yang melibatkan lintas sektoral berikut Warga setempat, menuai beberapa pertanyaan dan bentuk keganjilan mulai dari pembentukan panitia pada hari Selasa Rabu 28. 29 Juli hingga Peragaan para korban secara langsung 30 Juli.

Tanggal 28 Pihak Basarnas membentuk kepanitiaan inti, harus bagaimana dan seperti apa ketika musibah itu terjadi. setelah Panitia terbentuk, setelah Panitia diposisikan pada jobnya masing - masing tiba - tiba dibubarkan tanpa terlebih dahulu adanya pemberitahuan, atau pengumuman atau hal lain yang menjadikan alasan atau penyebab yang semestinya disampaikan pada Panitia yang sudah terbentuk sebelumnya.

" Ada apa itu, kalau memang harus di bubarkan, atau harus dibentuk lagi kepanitiaan yang baru, atau harus kembali lagi melakukan pembentukan ulang itu Hak penyelenggara. Akan tetapi pertanyaannya kenapa tidak terlebih dahulu menyampaikan kepada Kami. Kenapa tidak memberikan alasan kepada Kami. " Ungkap Franki Salah satu Panitia yang sudah terbentuk sebelumnya.

" Akhirnya Kami datang kesini (Kamis 30/7/26) adapun Hari Rabu Kaki tidak hadir Sehubungan sakit dan kedatangan Kami hari ini pun bukan sebagai Panitia juga bukan sebagai peserta tetapi sebagai Undangan" Lanjut Franki sekaligus Wakil Ketua Karang Taruna Mutiara Putih Desa Cigondang.

Dan berbicara soal Simulasi Korban bencana Tsunami yang diselenggarakan pun kata Franki, diikuti oleh kelompok - kelompok yang itu - itu saja, yang biasanya tampil diacara - acara Simulasi kebencanaan, dalam arti tidak ada wajah - wajah lain, wajah yang memang membutuhkan edukasi harus bagaimana dan bersikap seperti apa saat Tsunami terjadi. Apa sebab ?! Bencana itu sifatnya makro. Bencana itu tidak memandang harus siapa yang menjadi korban. Entah itu Masyarakat jelata, atau Masyarakat terpandang. Dan Jika peserta simulasi kebencanaan masih berkutat pada kelompok Tertentu. Sebenarnya itu Simulasi Bencana Tsunami untuk siapa ?. 

Masih dikatakan Franki. " Sementara Jika Kita mencermati kalimat yang tertera pada spanduk kegiatan disitu tertulis Kampung Rescue dan itu kalimatnya Kampung bukan Desa artinya Kampung - Kampung yang rentan terhadap musibah Tsunami, bukan hanya Kampung Lantera atau Kampung Lampe saja yang ada di Desa Cigondang, tetapi di Desa Teluk kemudian di Desa Kalang Anyar Desa - desa yang masuk pada teritorial pemerintahan Kecamatan Labuan pun banyak, kenapa sama sekali tidak tahu atau tidak diberi tahu. Sebab apa ?! Bencana itu bersifat makro ."

Kemudian adakah Anak Didik dari Sekolah Dasar, Menengah, dan Atas, terlibat sebagai peserta Simulasi ? Tanya Wartawan.

" Tidak ada ." Ujar Franki singkat.
" Kami tidak diberi tahu." Jawab Ketua PGRI Cabang Labuan Jupri S.Pd ditempat terpisah.

Sementara Kepala Desa Cigondang Kecamatan Labuan Cepi Ahmad Suteja kepada Wartawan mengatakan. " Peserta semuanya kurang lebih 100 Orang masing - masing peserta selama pelatihan hingga selesai dikasih uang saku Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah selama Tiga Hari."

Untuk meminta keterangan dari Pihak Penyelenggara, hingga berita ini dirilis belum bisa dihubungi atas terkendalanya nomor kontak.

(Dhie).