Proyek Irigasi di Desa Ganggagaeng Diduga Mirip "Proyek Siluman", Pekerjaan Asal Jadi Disoroti PPWI Pandeglang - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Kamis, 30 Juli 2026

Proyek Irigasi di Desa Ganggagaeng Diduga Mirip "Proyek Siluman", Pekerjaan Asal Jadi Disoroti PPWI Pandeglang

Proyek Irigasi di Desa Ganggagaeng Diduga Mirip "Proyek Siluman", Pekerjaan Asal Jadi Disoroti PPWI Pandeglang

 
PANDEGLANG – DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Pandeglang menyoroti pelaksanaan proyek Optimasi Lahan Pertanian Non Rawa yang berlokasi di Desa Ganggagaeng, Kecamatan Pucung, Kabupaten Pandeglang, Banten. Proyek ini diduga kuat tidak transparan dan dikerjakan tidak sesuai standar baku.
 
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, proyek ini tidak dilengkapi dengan papan informasi anggaran atau identitas pekerjaan, sehingga dianggap menyerupai "proyek siluman". Selain itu, kualitas bangunan irigasi dinilai dikerjakan secara asal-asalan. Besaran Harga Ongkos Kerja (HOK) yang diterima para pekerja pun diduga tidak jelas dan tidak terstandarisasi.
 
Salah satu pekerja di lokasi yang telah bekerja selama empat hari, Udin, mengaku tidak mengetahui rincian upah yang seharusnya diterima. "Saya tidak tahu dibayar berapa, apakah harian atau borongan, saya juga pusing Pak. Yang penting saya bisa bekerja dulu," ungkap Udin kepada wartawan di lokasi, Kamis (30/7/2026).
 
Temuan lain yang mencolok di lapangan adalah pemasangan pasangan batu untuk pelapis (lining) saluran irigasi hanya ditumpuk di atas tanah tanpa menggunakan adukan semen. Padahal menurut spesifikasi teknis, konstruksi Lining Type 2 wajib menggunakan pasangan batu kali yang diikat dengan adukan semen agar kokoh dan awet.
 
"Temuan ini sangat kami sayangkan. Jika dibiarkan, anggaran negara akan menjadi mubazir dan bangunan tidak akan bertahan lama. Hal ini sangat merugikan para petani dan masyarakat luas," tegas Tim Investigasi DPC PPWI Pandeglang.
 
Merespons kondisi tersebut, PPWI DPC Pandeglang mendesak pihak berwenang untuk mengambil langkah tegas:
 
1. Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang dan Kementerian Pertanian RI segera melakukan audit menyeluruh dan evaluasi kinerja.
2. Pelaksana kegiatan diharapkan menghentikan sementara pekerjaan dan memperbaiki kualitas konstruksi agar sesuai dengan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) serta spesifikasi teknis.
3. Aparat penegak hukum dan pengawasan terkait agar menindaklanjuti jika ditemukan indikasi kerugian keuangan negara.
 
PPWI DPC Pandeglang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memantau kasus ini hingga tuntas serta mendapatkan tindakan nyata yang jelas dari pihak berwenang. (kacong)