Kiprah SMAN 3 Pandeglang Di Era Digital Native - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Senin, 06 Juli 2026

Kiprah SMAN 3 Pandeglang Di Era Digital Native

Kiprah SMAN 3 Pandeglang Di Era Digital Native 
Pandeglang Bantn |Awal pekan lalu (7/7/26) suararakyat 21.com terlibat perbincangan dengan Wakil Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Pandeglang Sri Rahmawati M.Pd. Dari interaktif tersebut, beragam persoalan dengan segala dinamikanya mengemuka yang konteksnya bermuara soal penyesuaian edukasi baik formal maupun non formal termasuk pembahasan masa transisi, ketika situasi dihadapkan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) kemudian Pra dan ketentuan jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tanpa terkecuali pola pendekatan secara Psikologi terhadap karakter Siswa secara humanis di era digital native pun bagian dari perbincangan Hari itu.

Dikatakan Sri Rahmawati. Wakasek bagian kesiswaan, pada saat Sekolah memasuki tahap SPMB selain harus ekstra hati - hati dan mencermati beberapa sistem yang mesti dilaksanakan, juga wajib dipahami secara detail mulai dari jalur pemetaan, domisili, prestasi, dan afirmasi. " Dalam hal itu jelas Kami harus bekerja keras demi dan untuk merealisasikan metode yang bersumber dari Regulasi Pemerintah Pusat dan kebijakan Pemerintah daerah." Ungkapnya.

Dari semua proses itu lanjut Sri, pihak Sekolah selain sudah melaksanakan sesuai dengan ketentuan yang sebenarnya, juga Minggu depan dijadwalkan mulai memasuki pra MPLS dan MPLS ." Hanya saja kalau Kita mau kemukakan melewati sistem SPMB itu bukanlah hal mudah, beberapa dampak bernada minor mulai dari kesan seolah-olah mendikte kemudian bergaya intervensi banyak Kami terima. Utamanya bagi Orang Tua yang merasa kecewa serta tidak puas pada kebijakan yang ada, ketika Putra - putrinya gagal melanjutkan Pendidikan di SMAN 3 Labuan."

" Disisi lain Kami merasa bangga atas keinginan calon Siswa jika akan melanjutkan Sekolah di SMAN 3 Pandeglang. Akan tetapi dilain pihak Kamipun harus bertanggung jawab memfaktualkan sistem yang berlaku. Termasuk keterbatasan kuota untuk Siswa mulai dari Kelas 10. I sampai 10. XII." Kata Sri Rahmawati.

Memasuki masa MPLS pun, Sri berharap agar calon Siswa yang mengikuti pelaksanaan itu berada dalam kondisi sehat tanpa kendala apapun . " Selain dari internal Kami pun akan melibatkan pihak dari anggota Kepolisian dan Koramil setempat sebagai pemateri. Apabila tanpa kendala atau hambatan lainnya terutama bagi peserta MPLS nanti, maka pihak Sekolah secara resmi dan legal memberikan pengakuan sah sekaligus berhak mengikuti pembelajaran di SMAN 3 Pandeglang. Dalam arti bukan lagi calon Siswa akan tetapi Siswa sesungguhnya.

Lalu selama itu apakah masih berjalan soal pemeriksaan dan pengetesan kesehatan Siswa, yang konotasinya antisipasi penggunaan obat - obat terlarang, sehubungan usia semasa SMA. Individu cenderung dalam kondisi labil dan masih dalam pencarian jati diri. Tanya Wartawan pada Sri Rahmawati.

" Alhamdulillah masih berjalan terutama dari pihak Medis dan BNN, akan tetapi dari beberapa kali dilaksanakan. Siswa - Siswi Kami tidak pernah ada yang terdampak apalagi pengguna, bahkan Siswa - Siswi Kami membuktikannya sesuai permintaan melalui test urine." Jawab Sri Rahmawati.

Dari catatan Wartawan di era Gen - Z itu. Jumlah Siswa baru untuk tahun pelajaran 2026 - 2027 sekitar 432 Orang untuk ditempatkan di kelas 10.I hingga 10.XII, sementara jumlah Siswa keseluruhan di SMAN 3 Pandeglang. Sekolah dengan motto " Sasana Krida Widya Bahari " berlokasi di jalan Perintis Kemerdekaan Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, diperkirakan memiliki Jumlah 1.300 Siswa - Siswi.

(Dhie).