Jalan Rabat Beton Poros Desa Cilayang Guha Dibangun Sudah Rusak Parah. Dugaan Mark-UP Dan Kualitas Poroyek Disorot - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Senin, 29 Juni 2026

Jalan Rabat Beton Poros Desa Cilayang Guha Dibangun Sudah Rusak Parah. Dugaan Mark-UP Dan Kualitas Poroyek Disorot

Jalan Rabat Beton Poros Desa Cilayang Guha Dibangun Sudah Rusak Parah. Dugaan Mark-UP Dan Kualitas Poroyek Disorot
SERANG, – Proyek pembangunan jalan rabat beton poros Desa Cilayang Guha, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2025, kini menuai sorotan tajam.

Pasalnya, jalan rabat beton yang baru selesai dibangun tersebut kondisinya sudah mengalami kerusakan cukup parah. Di sejumlah titik, permukaan beton terlihat terkelupas, retak, mengelupas, bahkan batu split sudah bermunculan ke permukaan sehingga memunculkan dugaan kuat bahwa pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis. Senin(29/6/26)

Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek tersebut merupakan pekerjaan rabat beton manual dengan volume 258 x 2 x 0,12 meter yang berlokasi di Kampung Cilayang Maja Mesjid dengan nilai anggaran sebesar Rp267.011.500 yang bersumber dari APBDes Tahun Anggaran 2025.

Hasil pantauan awak media di lapangan menunjukkan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. Beton tampak rapuh, mudah terkikis, dan menimbulkan debu (ngebul) saat dilalui kendaraan.

"Kalau melihat kondisi fisiknya, diduga komposisi material tidak sesuai. Beton terlihat minim semen dan lebih dominan pasir serta batu split. Sangat disayangkan, dengan anggaran ratusan juta rupiah, kualitas jalan justru terkesan dikerjakan asal jadi," ungkap salah seorang warga.

Muncul pula pertanyaan dari masyarakat terkait proses pengawasan dan sertifikasi pekerjaan. Pasalnya, proyek yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas tersebut diduga telah memperoleh sertifikasi dari pihak terkait.

"Yang menjadi pertanyaan masyarakat, bagaimana proses pengawasan hingga pekerjaan seperti ini bisa dinyatakan selesai dan layak? Jangan sampai ada kelalaian dalam proses pengawasan," ujar warga.

Keluhan serupa juga disampaikan masyarakat sekitar. Mereka menilai kondisi jalan tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah desa.

"Baru setahun dibangun tapi sudah rusak seperti ini. Beton terlihat ngebul dan banyak yang terkelupas. Kami berharap pembangunan yang menggunakan uang rakyat benar-benar dikerjakan dengan baik karena sumber anggarannya juga berasal dari pajak masyarakat," kata warga dengan nada kecewa.

"Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Kepala Desa Cilayang Guha, Agan, membenarkan bahwa kondisi jalan tersebut telah mengalami kerusakan. Menurutnya, kerusakan terjadi akibat sering digunakan dan dipengaruhi aktivitas anak-anak di sekitar lokasi.

Namun demikian, penjelasan tersebut dinilai belum cukup menjawab dugaan rendahnya mutu pekerjaan yang kini menjadi sorotan publik.

Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Inspektorat Kabupaten Serang untuk segera turun ke lapangan guna melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek.

Selain itu, Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor), juga diminta melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi penyimpangan, mark-up anggaran, atau pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Masyarakat berharap adanya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran desa agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan persoalan baru.

(Tim)