Pandeglang Banten | Kau adalah Busur tempat Anakmu melesat sebagai Panah yang Hidup. Jiwa Mereka adalah penghuni masa depan, yang tidak bisa Kau datangi bahkan dalam mimpi sekalipun " ( Kahlil Gibran ).
Siapa tega Orang Tua yang diduga telah membuang darah dagingnya sendiri dalam kondisi masih menempel tali Ari - Ari di pusarnya. Siapa tega Orang Tua yang telah menggeletakan lalu meninggalkannya begitu saja, tanpa sedikitpun rasa iba dan rasa kemanusiaan dalam dirinya. Padahal sang Bayi itu sama sekali tidak berharap dirinya lahir jika tanpa sebab yang berujung akibat. Dan kalaupun kehadirannya merupakan aib atau tersandung persoalan lain, lalu kenapa harga sebuah tanggung jawab tidak dianggap sesuatu yang bernilai. Sebuas - sebuasnya Harimau tidaklah mungkin memangsa Anaknya sendiri, lantaran Tanggung jawab adalah panglima yang memang harus dikedepankan demi dan untuk atas nama sebuah amanah.
Tidak bisa dibayangkan, Bayi yang diketahui berkelamin laki - laki dan diperkirakan baru berusia beberapa hari kemudian ditemukan Warga pada Senin malam sekitar pukul 21.30 Wib di Kampung Jaliti Kecamatan Pandeglang Kabupaten Pandeglang itu. Dalam suasana begitu senyap sementara tubuh sang Bayi tanpa dibekali pelindung cukup, layaknya Orang Tua normal ketika mengungkapkan rasa syukur atas lahirnya sang buah hati dengan selamat.
Kejadian yang begitu miris serta prihatin tersebut, pada akhirnya mengundang perhatian serius dari Bupati Kabupaten Pandeglang Hj Rd Dewi Setiani S.Sos.MA. Belum lama ini Beliau langsung menemuinya di RSUD dengan kondisi Bayi tengah berada dalam perawatan medis.
" Astaghfirullah hal adzim... Ada yang Setega ini Anak yang tidak punya dosa dan tidak punya salah, semoga menjadi Anak yang Sholeh dan menjadi pemimpin dimasa depan. Begitupun kepada Orang Tuanya semoga diberikan hidayah." Ucap Dewi seraya mengusap kening sang Bayi. Sekaligus mengucapkan Terima Kasih kepada semua pihak yang telah berusaha menyelamatkannya, adapun langkah selanjutnya Dewi Setiani akan mencari Orang Tua asuh demi kelangsungan hidup Bayi yang saat itu tengah dalam perhatian Beliau.
(Dhie).