Pandeglang Banten | Panen yang dihasilkan di lahan pesawahan seluas kurang lebih 4 Hektar selesai sudah dituai. Panen di lahan pesawahan tadah hujan tersebut diketahui dalam pengawasan Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Induk (UPT BBI) berlokasi di Desa Caringin Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, persisnya terhampar di depan Gudang Alat Mesin Pertanian (Alsintan) memasuki Bulan Mei mendatang, Lahan tersebut kembali menunggu kebijakan Alam kebijakan musim kebijakan cuaca datangnya musim penghujan, musim untuk kembali dilakukan Tandur babak baru atau Tanam benih berikutnya.
Pertanyaannya berapa Kuintal, atau berapa ton Padi yang dihasilkan, kemudian seperti apa bentuk Padi cikal bakal sebelum berubah bentuk menjadi butir - butir Beras, apakah berkualitas kurang baik, apakah diperoleh mutu cukup standar, ataukah diatas kualitas dalam arti berkadar karbohidrat cukup dan layak dikonsumsi. Disamping itu seperti apa langkah selanjutnya, ketika Dinas Pertanian dan Ketahanan (DPKP) Kabupaten Pandeglang memanfaatkan hasil Panen itu. Dinas selaku pemilik aset di sektor pesawahan dalam arti bukan Individu.
suararakyat 21.com menghubungi para petinggi yang dianggap krusial, sejauh mana pola transparansi yang diterapkan dari Institusi di sektor Pertanian itu, ketika waktu dihadapkan pada musim petik Padi. Dari keterangan berbagai narasumber diperoleh kesimpulan, bahwa yang berhak menerangkan pertanyaan itu adalah Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Induk (UPT BBI) Ibu Adel.
Awalnya Adel mengamini bahwa betul sedang musim Panen ujarnya beberapa Minggu lalu. Lebih jauh Wartawan berharap keterangan berikut komentar dari musim Panen Bulan itu (April . Pen) sebagaimana keterangan diatas. Lebih dari satu kali, lebih dari Satu pekan, hingga berita ini dirilis tidak memberikan keterangan pasti, apalagi terkait berapa Kuintal atau berapa tonase gabah yang dihasilkan. Ada apa ini ?
(Dhie).